DetikNews
Sabtu 23 Juni 2018, 21:15 WIB

Apresiasi Galang Dana Prabowo, PSI: Asal Jangan Cuci Uang Haram

Elza Astari Retaduari - detikNews
Apresiasi Galang Dana Prabowo, PSI: Asal Jangan Cuci Uang Haram Foto: Raja Juli Antoni. (Ari Saputra/detikcom).
Jakarta - Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto menggagas penggalangan dana lewat aplikasi @GALANGPERJUANGAN. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memberi apresiasi, namun juga peringatan agar gerakan tersebut tak dijadikan tempat 'cuci uang haram'.

"Saya apresiasi niat Pak Prabowo galang donasi dari publik untuk ongkos politik," ujar Sekjen PSI Raja Juli Antoni dalam keterangannya, Sabtu (23/6/2018).

Namun menurutnya ide penggalangan dana politik oleh masyarakat bukan hal baru. Pria yang akrab disapa Toni ini mengingatkan, saat Pilpres 2014, Presiden Joko Widodo juga melakukan hal yang sama. Juga demikian dengan Basuki T Purnama (Ahok) saat Pilgub DKI 2017.

"2014 Pak Jokowi sudah melakukannya. Pak Ahok pada Pilkada lalu juga mampu mendanai ongkos politiknya melalui 'patungan rakyat'. PSI sebagai partai baru sudah melaksanakannya melalui crowdfunding meminta publik berdonasi dengan membeli Kartu Sakti (Kartu Solidaritas Anti Korupsi dan Intoleransi)," ucapnya.


"Jadi apa yang dilakukan Gerindra dan Pak Prabowo adalah ide baik meski tidak baru," imbuh Toni.

PSI pun meminta agar gerakan donasi publik seperti yang dilakukan Prabowo tidak dijadikan alasan untuk melakukan pencucian uang. Toni pun mengungkap sejumlah isu terkait ini.

"Yang penting, gerakan donasi publik jangan dijadikan tameng dan kamuflase dana hitam yang mengalir ke partai. Saya mendengar, mesti dicek ulang kebenarannya, banyak pengusaha yang biasa bermain proyek APBN gelisah dan marah kepada Jokowi karena ruang gerak korupsi mereka ditutup dengan pengawasan yang ketat," urainya.

"Mereka marah karena rezeki haram mereka dipangkas Pak Jokowi. Nah, kabarnya mereka bersepakat untuk mendanai lawan Jokowi di 2019 nanti. Mereka yang memback-up gerakan kebencian terhadap Jokowi dengan tujuan akhir ganti presiden 2019 nanti," imbuh Toni.

Untuk itu, Toni berharap agar gerakan yang dilakukan Prabowo dan Gerindra tidak terkait dengan isu itu.

"Jadi sekali lagi saya apresiasi penggalangan dana publik itu selama tidak dijadikan alasan 'cuci uang haram'," tuturnya.


Sebelumnya, Prabowo meluncurkan aplikasi gerakan donasi @GALANGPERJUANGAN untuk perjuangan politik. Prabowo mengumumkan peluncuran gerakan tersebut melalui akun Facebook-nya.

"Pada hari ini, Kamis, 21 Juni 2018, saya Prabowo Subianto, melalui akun Facebook ini secara resmi saya umumkan peluncuran sebuah aplikasi sarana penggalangan dana yang secara khusus diperuntukkan guna mendukung perjuangan politik kita demi perbaikan kondisi Bangsa, Negara, dan Rakyat Indonesia," tulis Prabowo dalam catatan pengantar video tersebut.

Gerakan Prabowo itu menjadi pro dan kontra. PKS memuji apa yang dilakukan eks Danjen Kopassus itu sebagai ide kreatif. Sementara Hanura menyebut gerakan itu sebagai langkah pura-pura Prabowo yang menunjukkan tengah bokek.

"Untuk Pilpres 2019, dia pura-pura bokek agar para tauke mau balik lagi membiayai logistiknya," tutur Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir.
(elz/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed