DetikNews
Minggu 10 Juni 2018, 03:17 WIB

Soal Tantangan Amien Rais ke Jokowi untuk Duel dengan Gentle

Jabbar Ramdhani - detikNews
Soal Tantangan Amien Rais ke Jokowi untuk Duel dengan Gentle Amien Rais ceramah soal negara di Kampung Aquarium (Foto: Yuni Ayu Amida/detikcom)
Jakarta - Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menantang Joko Widodo (Jokowi) untuk bertarung secara gentle di Pilpres 2019. Dia mengatakan akan mengalahkan Jokowi secara konstitusional.

"Jadi saya menantang Pak Jokowi, mari kita bertanding secara fair. Mari kita duel secara gentle. Artinya apa, kita nggak usah jihad dengan fisik, menimbulkan bloodshed, tumpah darah, itu nanti ada masanya, kalau semua mentok saya kira itu perlu. Tapi itu masih jauh, masih ada cara lain, yaitu kita turunkan dengan demokrasi dan konstitusi," kata Amien.


Amien mengungkapkan hal ini dalam 'Tausyiah Kerakyatan 2019 Indonesia Pasca Jokowi' di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (9/6/2018). Di acara itu, hadir Waketum Partai Gerindra Fadli Zon dan deklarator #2019GantiPresiden Neno Warisman.

Mantan Ketua MPR ini lalu bicara soal Koalisi Keummatan, yakni koalisi antara Gerindra, PKS, PAN, dan PBB. Koalisi ini diusulkan imam besar FPI Habib Rizieq Syihab yang sempat bertemu Amien dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto di Arab Saudi beberapa waktu lalu.

Amien mengatakan mendapat pesan dari Rizieq untuk menyatukan kekuatan umat Islam di Koalisi Keummatan. Tak hanya untuk mengalahkan Jokowi, koalisi ini, kata Amien dipesankan untuk membela Islam dan masa depan Indonesia.


"Singkat kata memang kita perlu ada Koalisi Keummatan. Jadi saya sudah ketemu Habib Rizieq. Saya dan Prabowo sudah ketemu langsung di kediamannya. Pesan Habib, Pak Amien sebaiknya kekuatan umat Islam di dalam Koalisi Keummatan. Kita umat Islam bukan hanya membela umat Islam, tapi sekaligus nasib dan masa depan negara," tutur Amien.

Amien yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Persaudaraan Alumni (PA) 212 lalu bicara soal janji-janji Jokowi yang dianggapnya gagal direalisasikan. Menurutnya hal itu jadi faktor kemungkinan jatuhnya Jokowi.

"Nah imam besar juga mengatakan, 'Kita prihatin, 10 juta buka lapangan kerja, ternyata untuk tenaga kerja China. Kemudian tidak nambah utang, (tapi) malah utang makin tidak masuk akal.' Biasanya kalau seorang pemimpin kalau mau jatuh itu bergerak dari keliru, salah, blunder, gitu seterusnya," ujar Amien.


Soal pemimpin yang akan jatuh, Amien Rais pernah mengungkapkan hal ini beberapa waktu lalu saat Rakornas PA 212. Saat itu, Amien mengatakan Allah akan melengserkan Jokowi. Amien mengatakan itu sembari menunjuk foto Jokowi yang terpasang di dinding di dalam gedung. Amien mengatakan pemimpin yang akan lengser ditandai dengan salah ambil kebijakan.

"Kita melihat secara jelas, kita perhatikan pemimpin yang akan dilengserkan Allah itu biasanya langkahnya dari salah ke keliru, dari keliru ke blunder, salah lagi dan seterusnya," kata Amien dalam sambutannya sambil menunjuk foto Jokowi yang ada di dinding aula, dalam Rakornas PA 212 di Aula Sarbini, Taman Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (29/5) lalu.


Ia mengaku yakin hal tersebut bakal terjadi. Menurutnya, malaikat bakal membantu mewujudkannya.

"Saya yakin sekali, memang ini (menunjuk foto Jokowi-JK) insyaallah tangan malaikat yang mengatur ya," ujar Amien.
(jbr/jor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed