DetikNews
Rabu 06 Juni 2018, 21:10 WIB

Elektabilitas Kecil, Habib Rizieq Dinilai Tak Potensial Jadi Capres

Yulida Medistiara - detikNews
Elektabilitas Kecil, Habib Rizieq Dinilai Tak Potensial Jadi Capres Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta - Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei elektabilitas kandidat calon di Pilpres 2019, khusus wilayah Jawa Barat. Nama imam besar FPI yang diharapkan Persaudaraan Alumni (PA) 212 menjadi capres, Habib Rizieq Syihab, elektabilitasnya masih sangat kecil.

Elektabilitas Habib Rizieq hanya di angka 0,8 persen sebagai capres pada simulasi semiterbuka. Survei dilakukan pada Maret-Mei 2018 dengan metode multistage random. Margin of error survei ini sebesar +/- 3,5% pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Habib Rizieq pun dinilai lebih cocok sebagai king maker daripada capres. Sebab, sosok Rizieq dinilai banyak kontroversi.

"Menurut saya, nama Habib Rizieq ini masih lebih potensial menjadi king maker. Bukan king-nya itu sendiri," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, dalam paparannya di kantor Indikator Politik Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (6/6/2018).


Menurutnya, Rizieq dianggap pernah berhasil menjadi king maker dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta. Burhanuddin menilai Rizieq memiliki bakat untuk turut andil menentukan siapa calon yang bakal didukung massanya.

"Orang seperti Habib Rizieq, kalau maju sebagai capres, saya kira peluang memenangkan pilpres tidak terlalu besar karena figurnya relatif sangat kontroversial. Tetapi, kalau beliau tampil sebagai king maker untuk tampil mencari calon yang dianggap potensial mengalahkan Jokowi, Pak Habib punya bakat dan setidaknya dia sudah buktikan di Pilkada DKI," ujarnya.

Sebelumnya, Rapat Koordinasi Nasional PA 212 merekomendasikan Habib Rizieq Syihab sebagai salah satu kandidat calon presiden 2019.


Rakornas PA 212 digelar di aula Sarbini, Taman Bunga Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (29/5/2018). Habib Rizieq mencuat sebagai capres rekomendasi PA 212 bersama politikus beken lain, seperti Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Ketum PAN Zulkifli Hasan, TGH Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB), dan Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra.

"Berdasarkan suara-suara pendapat yang masuk, dalam rakornas tadi, sebagian besar peserta Rakornas menginginkan agar PA 212 memperjuangkan imam besar umat Islam HRS untuk menjadi capres RI," kata Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif.
(yld/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed