DetikNews
Selasa 05 Juni 2018, 21:48 WIB

Cerita KPK Kejar Pembawa Duit Suap untuk Bupati Purbalingga

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Cerita KPK Kejar Pembawa Duit Suap untuk Bupati Purbalingga Ketua KPK Agus Rahardjo dan penyidik KPK menunjukkan barang bukti suap yang diterima Bupati Purbalingga Tasdi (Foto: Nur Indah Fatmawati/detikcom)
Jakarta - Barang bukti suap untuk Bupati Purbalingga Tasdi sempat disembunyikan. KPK pun sampai sempat melakukan pengejaran terhadap mereka yang ditangkap.

"Uang yang ada di tas plastik sempat dicoba disembunyikan oleh pihak yang memegang saat itu dan tim sempat berkejaran dengan pihak yang membawa uang," ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (5/6/2018).


Uang suap sebesar Rp 100 juta tersebut merupakan bagian dari commitment fee Rp 500 juta untuk Tasdi. Pemberi suap yaitu Hamdani Kosen dan Librata Nababan merupakan kontraktor yang mengerjakan proyek pembangunan Purbalingga Islamic Center dari PT Sumber Bayak Kreasi (SBK).

Sedangkan transaksi suap dilakukan oleh Hadi Kiswanto selaku Kabag ULP Pemkab Purbalingga dan kontraktor lainnya bernama Ardirawinata Nababan. Uang diserahkan dari Ardirawinata ke Hadi di dalam mobil.


"Sampai terjadi kerusakan di salah satu barang bukti yang kita segel, mobil di Purbalingga kemarin," ucap Febri.

"Karena kami sudah mengidentifikasi dan kemudian sikap dari pihak yang membawa uang tidak cukup kooperatif pada saat itu, maka tim melakukan pengejaran sampai ke lokasi dan uang sempat disembunyikan di gedung tersebut," imbuh Febri.

Dari kasus itu, KPK menetapkan 5 orang tersangka yaitu Tasdi dan Hadi sebagai penerima suap. Sedangkan pemberi suap yaitu Hamdani, Librata dan Ardirawinata.



(dhn/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed