DetikNews
Rabu 16 Mei 2018, 22:12 WIB

Imam Besar Istiqlal: Jihad Menghidupkan Orang, Bukan Mematikan

Indra Komara - detikNews
Imam Besar Istiqlal: Jihad Menghidupkan Orang, Bukan Mematikan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar (Dhika/detikcom)
Jakarta - Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengingatkan tentang makna jihad. Menurutnya, jihad seharusnya untuk menghidupkan orang, bukan mematikan satu sama lain.

"Mari kita tidak menyia-nyiakan bulan suci Ramadan ini. Lakukan jihad, yang paling kuat adalah melawan diri sendiri. Bukan jihad yang aneh-aneh. Jihad itu untuk menghidupkan orang, bukan yang mematikan orang. Kalau mematikan orang, artinya jauh dari jihad yang sebenarnya," katanya saat memberi ceramah sebelum salat tarawih di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu (16/5/2018).


Seusai tarawih, Nasaruddin kembali mengingatkan jihad untuk menumbuhkan optimisme di masyarakat. Ia pun menyatakan jihad bukan untuk menciptakan ketakutan.

"Jihad itu untuk menghidupkan optimisme kepada masyarakat, jadi bukan untuk menciptakan kengerian dan ketakutan," jelasnya.

Imam Besar Istiqlal: Jihad Menghidupkan Orang, Bukan MematikanMenag Lukman Hakim bersama Nasaruddin Umar (Indra Komara/detikcom)
Selain itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, yang juga menunaikan salat tarawih di Istiqlal, sepakat dengan isi ceramah Nasaruddin. Lukman mengatakan apa yang disampaikan Nasaruddin itu adalah esensi jihad yang sebenarnya, di mana sama-sama memuliakan manusia.

"Jadi itulah yang tadi disampaikan oleh beliau, bahwa esensi jihad itu bahwa kita bersungguh-sungguh. Jihad itu secara konsisten dengan kesabaran dan ketegaran melakukan perjuangan dengan cara bersungguh sungguh untuk apa? Untuk tujuan hadirnya agama itu sendiri yaitu memuliakan manusia," terangnya seusai salat tarawih.


Pada hari pertama tarawih di Istiqlal, Lukman mendampingi Presiden Jokowi, yang juga ikut salat di sana. Jokowi ikut salat tarawih di Istiqlal gelombang pertama.

Seusai salat, Jokowi langsung meninggalkan lokasi. Tak ada sepatah kata yang disampaikan Jokowi. Saat disapa awak media, Jokowi hanya melambaikan tangan.

Masjid Istiqlal memang diketahui melaksanakan salat tarawih dua gelombang. Gelombang pertama salat tarawih adalah 8 rakaat salat tarawih dan 3 rakaat witir. Kemudian gelombang kedua 20 rakaat tarawih dan 3 rakaat witir.
(idn/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed