DetikNews
Rabu 16 Mei 2018, 20:38 WIB

Kronologi Lengkap Bupati Bengkulu Selatan Kena OTT KPK

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Kronologi Lengkap Bupati Bengkulu Selatan Kena OTT KPK KPK memamerkan uang sebagai barang bukti suap yang diterima Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud. (Nur Indah Fatmawati/detikcom)
Jakarta - Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud ditangkap bersama istrinya, Hendrati, terkait dengan dugaan penerimaan suap. Keduanya pun kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan pemberian suap itu berkaitan dengan lima proyek infrastruktur berupa jalan dan jembatan di Kabupaten Bengkulu Selatan. Dari proyek dengan nilai total Rp 750 juta itu, Dirwan mendapatkan commitment fee sebesar 15 persen.

"Jadi commitment fee sebesar Rp 112.500.000," kata Basaria dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (16/5/2018).

Selain itu, KPK menetapkan Nursilawati selaku kepala seksi pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan serta Juhari selaku kontraktor atau yang memberikan suap sebagai tersangka.


Berikut ini kronologi lengkap operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK:

Selasa, 15 Mei 2018

Pukul 16.20 WIB

Diduga terjadi penyerahan uang dari Juhari ke Nursilawati untuk diteruskan kepada Hendrati di rumah pribadi Hendrati di Kecamatan Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan.

Pukul 17.00 WIB

Setelah memberikan uang itu, Juhari menuju sebuah rumah makan dan ditangkap tim KPK. Juhari kembali dibawa ke rumah Hendrati oleh tim KPK.

Pukul 17.15 WIB

Nursilawati pergi ke rumah kerabatnya, tapi ditangkap KPK. Nursilawati kemudian dibawa kembali ke rumah Hendrati.

Tim KPK kemudian menyita Rp 75 juta dari tangan Nursilawati serta bukti transfer Rp 15 juta. Basaria menyebut Rp 13 juta di antaranya berasal dari pemberian sebelumnya. Nursilawati kemudian dibawa ke rumah pribadinya. Dari situ, tim KPK menyita Rp 10 juta.

Setelah itu, tim KPK menangkap Dirwan dan Hendrati di kediamannya untuk kemudian dibawa ke Polda Bengkulu untuk pemeriksaan awal.

Rabu, 16 Mei 2018

Pukul 09.30 WIB

Keempatnya diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Kemudian KPK menetapkan keempat orang itu sebagai tersangka. Dirwan, Hendrati, dan Nursilawati dijerat sebagai penerima, sedangkan Juhari dijerat sebagai pemberi suap.
(nif/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed