DetikNews
Rabu 16 Mei 2018, 17:44 WIB

Polres Bekasi Imbau Tak SOTR karena Rawan Gesekan

Isal Mawardi - detikNews
Polres Bekasi Imbau Tak SOTR karena Rawan Gesekan Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto (Isal Mawardi/detikcom)
Bekasi - Kegiatan sahur on the road (SOTR) kerap dilakukan anak muda ketika Ramadan. Namun kegiatan ini sangat tidak direkomendasikan karena rawan memicu gesekan dan gangguan keamanan.

"Saya sangat rekomendasikan tidak melaksanakan SOTR, sementara itu saya rekomendasikan jangan. Tapi itu kalau itu terjadi dan ada indikasi hal yang tidak baik, saya akan larang (SOTR)," kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto kepada wartawan di kantornya, Kota Bekasi, Rabu (16/5/2018).

SOTR ini biasanya diisi kegiatan membangunkan masyarakat untuk makan sahur. Hal itu dinilai kurang efektif untuk saat ini.

"Kalau niatnya hanya untuk membangunkan orang untuk sahur, jalan kaki dan di kampung sendiri, nggak usah pake motor. Kan zaman sekarang sudah beda, nggak usah dibangunkan kan sudah ada alarm di handphone. Jadi udahlah kita tenang-tenang aja," jelasnya.

Bukan tanpa alasan polisi melarang SOTR. Sebab, fenomena yang ada saat ini, SOTR tidak lagi dilakukan untuk membangunkan orang untuk sahur atau membagi-bagikan makanan kepada orang kurang mampu.

Yang bermunculan saat ini, SOTR dipakai untuk kegiatan yang kurang bermanfaat dan malah rawan menimbulkan gangguan keamanan serta ketertiban masyarakat.

"(SOTR dapat) menimbulkan potensi kerawanan, yaitu tawuran dan mengganggu ketertiban. Anda bisa bayangkan SOTR pakai mobil-mobil besar dengan sound besar, pasti ada gesekan," ujarnya.

Polres Metro Bekasi Kota sendiri mencatat beberapa kejadian SOTR yang berujung gangguan kamtibmas. "Pernah ada gesekan, setelah subuhan mereka turun anak-anak, lihat-lihatan, terus main mercon, terus tawuran," tambahnya.
(mei/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed