DetikNews
2018/05/10 16:03:36 WIB

Kronologi Tragedi Kerusuhan dan Penyanderaan di Mako Brimob

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Halaman 1 dari 3
Kronologi Tragedi Kerusuhan dan Penyanderaan di Mako Brimob Mako Brimob (Grandyos Zafna/detikcom)
Depok - Penanggulangan kerusuhan teroris dalam rutan di Mako Brimob telah usai. Tragedi kerusuhan itu juga diwarnai dengan aksi penyanderaan.

"Alhamdulillah narapidana teroris semuanya sudah menyerahkan diri kepada aparat keamanan dan pada kesempatan yang baik ini saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh aparat keamanan yang terlibat dalam penanganan ini," kata Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jl Ir H Djuanda, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (10/5/2018).

[Gambas:Video 20detik]


Seluruh napi teroris yang telah menyerahkan diri kini dipindahkan ke Lapas Nusakambangan. Begini kronologi tragedi kerusuhan dan penyanderaan di Mako Brimob tersebut berdasarkan catatan detikcom:

Selasa, 8 Mei 2018
Pukul 17.00 WIB

Wakapolri Komjen Syafruddin menyebut peristiwa ini terjadi sejak pukul 17.00 WIB. Tetapi dia tak menyebutkan detail apa yang mula-mula terjadi.

Karo Penmas Polri Brigjen M Iqbal menegaskan kerusuhan dimulai gara-gara persoalan makanan. Kabar tentang adanya kerusuhan di Mako Brimob belum banyak tersebar.

"Sampai saat ini, insiden itu hanya dipicu oleh makanan," kata Iqbal di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (10/5/2018).

Keributan soal makanan itu diawali oleh napi teroris bernama Wawan.

"Siang atau sore, ini kan ada makanan yang dititip keluarga. Katanya nitip ke Pak Budi (petugas). Pak Budi sedang tidak tugas atau sedang keluar, jadi dicari-cari nggak ada. Dia bikin ribut, goyang-goyang, si Wawan (menanyakan) mana titipan makanannya. Ribut, ribut, sehingga memicu yang lain," ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto kepada wartawan di Mako Brimob Depok, Rabu (9/5/2018).

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyebut kerusuhan dimulai pukul 19.30 WIB.

Belakangan diketahui jika para napi teroris itu ingin bertemu Aman Abdurrahman alias Oman.

Pukul 23.50 WIB

Ada sembilan polisi yang berjaga di depan Rutan Mako Brimob. Mereka terlihat mengenakan senjata laras panjang. Informasi simpang siur soal kerusuhan beredar, dari soal penyanderaan hingga adanya korban jiwa. Namun informasi-informasi itu belum ada yang terkonfirmasi.

Brigjen M Iqbal saat itu sudah berada di Mako Brimob untuk memberikan keterangan pers terkait kerusuhan yang terjadi.


Rabu, 9 Mei 2018
Pukul 00.12 WIB

Polisi mulai memasang kawat berduri di area gerbang pintu masuk. Pantauan detikcom, polisi memasang mobile security barrier.

Penjagaan di sekitar Mako Brimob diperketat. Ada belasan polisi bersenjata laras panjang yang berjaga di sekitar pintu gerbang. Saat itu arus lalu lintas tetap normal.

Pukul 00.51 WIB

Polisi memperketat penjagaan di depan gerbang pintu Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Polisi mensterilisasi area depan Mako Brimob dengan radius 100 meter.

Polisi yang dilengkapi senjata laras panjang berjaga persis di depan pintu masuk, seberang pintu masuk, dan sisi kanan-kiri gerbang. Ada sekitar 20 petugas yang dikerahkan untuk berjaga.

Tampak pula tiga polisi bersenjata yang berjaga di Dit Pol Satwa Polri. Sedangkan di bagian depan ada tujuh polisi yang berjaga.

Di waktu bersamaan, polisi melakukan razia kendaraan yang melintas di depan Mako Brimob. Polisi mengecek bagasi pengendara yang melintas.

Pukul 01.00 WIB

Brigjen M Iqbal memberi keterangan pers terkait kondisi penanganan kerusuhan di Mako Brimob. Polri menyatakan situasi rusuh di Mako Brimob antara tahanan dan petugas masih sedang dalam proses penanganan. Polri memohon doa masyarakat.

"Saat ini, situasi masih dapat dikendalikan. Doakan saja kami dapat menuntaskan insiden ini," ujar Iqbal, Rabu (9/5) dini hari.

Karena masih berproses, Iqbal belum bisa menjelaskan secara detail. Dia mengatakan ada petugas yang mengalami luka. Namun, dia memastikan luka yang dialami tak parah.

Iqbal mengatakan saat itu kondisi di dalam Mako Brimob masih bergejolak. Polisi melakukan penanganan dengan cara soft approach dan cara lainnya.

Pukul 01.08 WIB

Polisi memberi tanda penutupan jalan dengan memarkirkan mobil Patwal pada jarak 200 meter dari pintu masuk Mako Brimob.

Ada juga mobil anggota yang digunakan untuk 'memalangi' kendaraan yang melintas di depan Mako Brimob. Sementara itu, polisi memberi tahu agar pengendara memutar balik.

Penutupan arus berlangsung hingga pagi hari.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed