DetikNews
Sabtu 05 Mei 2018, 20:12 WIB

Debat Pilgub Sumut 2018

Debat Edy vs Djarot-Sihar Soal Keteladanan

Erlangga Resi - detikNews
Debat Edy vs Djarot-Sihar Soal Keteladanan Foto: dok. Istimewa
Medan - Sesi debat Pilgub Sumut 2018 masuk pada pertanyaan soal keteladanan. Keteladanan apa yang akan diberikan para calon pemimpin Sumut?

Edy Rahmayadi mendapat giliran menjawab pertanyaan tersebut. Djarot dan Sihar mendapat kesempatan menanggapi.

"Di dalam mengelola tata kelola pemerintahan ada 8 karakteristik, salah satunya adalah efektif dan efisien. Inilah yang menjadi pertanyaan, dia efektif... kalau dia tak efektif, berarti keluar dari apa yang menjadi tujuan. Kondisi real Sumut, semua harus diefektifkan. Kita punya Danau Toba, air tawar. Ini kita efektifkan di dalam karakteristik tata kelola pemerintahan," kata Edy di Hotel Santika Premiere, Medan, Sabtu (5/5/2018).


Sihar menanggapi Edy. Dia bicara soal keteladanan dari atas.

"Keteladanan dimulai dari atas. Pemimpinnya menentukan keteladanan. Artinya pemimpin harus mampu menyatukan pikiran, kata dan perbuatan. Saya beruntung pasangan saya salah satu contoh kepemimpinan keteladanan," kata Sihar sambil menoleh ke Djarot yang tersenyum.

Saat giliran menanggapi, Edy kembali maju. Dia masih bicara soal efektifitas dan efisiensi tata kelola pemerintahan.

"Saya tidak menjawab tentang teladan, karena teladan itu sudah pasti, sebagai iman, tuntunan, contoh. Kalau itu yang saya jawab, itu sudah pasti... Yang saya jawab ini harus efektif, ini keluar dari efektivitas karena salah satu tata kelola dari 8 unsur, di antaranya ada tiga. Tata kelola pemerintahan tidak ada pemerintahan dicampur dengan teladan, yang ada efektivitas dalam menjalankan pemerintahan," ujarnya.


Djarot menanggapi pernyataan Edy. Seperti Sihar, dia bicara keteladanan dari atas.

"Jadi tadi disampaikan bahwa keteladanan yang akan membangun efektivitas. Tadi disampaikan, keteladanan dari atas, dari pimpinannya, keteladanan itulah yang akan menginsiprasi bawahannya. Kalau yang di atas kerja keras, bawahan juga akan mengikuti. Konsep keteladanan syarat mutlak kepempinan yang kuat. Di Indonesia masih ada defisit keteladanan atas kepemimpinan, marilah menjadi teladan," ujar Djarot.
(tor/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed