DetikNews
Kamis 26 April 2018, 07:27 WIB

Amien Rais Ceramah di Balai Kota, Anies Disebut Bermanuver Politik

Audrey Santoso - detikNews
Amien Rais Ceramah di Balai Kota, Anies Disebut Bermanuver Politik Foto: Amien Rais (Yayas/detikcom)
Jakarta - Pengamat Politik dari Universitas Gadjah Mada, Arie Sudjito menangkap sikap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mengizinkan Amien Rais berceramah di Balai Kota, Jakarta Pusat, sebagai manuver politik. Menurut Arie, resiko Amien akan melancarkan ceramah yang kontroversial sudah disadari dan Anies memilih membiarkan itu terjadi.

"Kalau Anies mengundang Pak Amien itu bukan tanpa sengaja, pasti sengaja. Dan Anies sudah memperkirakan isinya apa. Jadi artinya Anies menyampaikan kepada publik bahwa memfasilitasi Pak Amien itu tahu apa yang akan dibicarakan Pak Amien," kata Arie kepada detikcom, Kamis (26/4/2018).

[Gambas:Video 20detik]



"Harusnya dia mengantisipasi. Pak Amien kan jelas begitu. Memang Pak Amien kan begitu orangnya, sudah lama menyerang Jokowi," sambung Arie.

Arie menduga Anies sengaja membiarkan Amien Rais menyampaikan ceramah berbau politik karena keduanya memang berasal dari kelompok politik yang sama. Namun dengan begitu, Arie menilai Anies sengaja membenturkan posisinya.

"Anies memang bagian dari Pak Amien Rais, yang dalam posisi politik kan dekat terutama dalam Pilkada DKI. Itu masih terbawa meski Anies sebagai gubernur yang bawahannya presiden. Terjadi benturan kepentingan antara posisi dirinya yang gubernur, yang mestinya tidak masuk ranah itu. Itu yang saya kira benturan, itu sekali lagi, mestinya nggak perlu terjadi kalau Anies itu mendudukan porsinya sebagai gubernur," jelas Arie.


Arie lalu berpendapat jangan-jangan Anies menyadari benturan itu dan sengaja memilihnya sebagai bentuk dari manuver politik.

"Tapi dalam posisi seperti itu jangan-jangan Anies menjadikan itu pilihan. Jadi intinya benturan itu disadari oleh Anies. Artinya dia memilih resiko itu, Itu bagian dari manuver politik. Itu nggak etis. Benturan kepentingan dia sadari tapi dia pilih," tutur Arie.

Arie menegaskan sebagai gubernur semestinya Anies bersikap netral dan menjalankan kenetralan itu di kantornya, Balai Kota. Arie menambahkan, Balai Kota merupakan fasilitas negara yang seharusnya netral dari kepentingan politik.


"Fasilitas negara, kantor pemprov itu harusnya netral. Tapi Anies mungkin sedang bermanuver. Apakah manuver ini menjadi panen kritik atau menjadi modal untuk kelompoknya. Ini bukan sesuatu yang netral mengundang Pak Amien ke Balai Kota. Ini bukan sesuatu tanpa sengaja. Ini bagian dari manuver politik. Cara publik merespon pasti dikritik habis-habisan, tapi saya kira nggak perlu terpancing dengan manuver ini," tutup Arie.
(aud/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed