DetikNews
Sabtu 21 April 2018, 13:15 WIB

Cerita Pengungsi Rohingya 8 Hari di Laut Hingga Terdampar di Aceh

Datuk Haris Molana - detikNews
Cerita Pengungsi Rohingya 8 Hari di Laut Hingga Terdampar di Aceh Pengungsi Rohingya di Aceh. Foto: Datuk Haris Molana/detikcom
Jakarta -

Sebanyak 79 orang suku rohingya terdampar di Perairan Kuala Raja, Kabupaten Bireun, Aceh. Sempat dievakuasi di tepian pantai setempat, mereka kemudian diinapkan ke gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Cot Gapu, Bireun.

Muhammad Rafiq (55), seorang pengungsi rohingya yang bisa berbahasa melayu mengatakan bahwa mereka berangkat dari Myanmar pada hari kamis pekan lalu. Mereka menggunakan boat (kapal) ukuran 5 GT dengan membawa 79 orang dengan rincian pria berjumlah 44 orang, wanita ada 27 orang dan anak-anak sekitar 8 orang.


Kapal yang mereka tumpangi pun milik orang lain. Mereka merogoh kocek masing-masing untuk membayar kapal tersebut kepada pemilknya yang ada di Myanmar.

"Kami berangkat dengan nekat. Kapal sekecil itu kami naiki sekitar 79 orang. Alhamdulillah, tidak ada yang meninggal di laut saat kami berlayar," kata Rafiq saat ditemui detikcom di SKB Cot Gapu, Bireun, Sabtu (21/4/2018).


Kata Rafiq, mereka pergi karena negaranya itu dalam kondisi perang. Mereka memilih pergi untuk mencari kerja ke negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia, namun ditolak. Untung saja, persediaan minyak kapal ada sehingga tidak tenggelam di tengah laut.

"Berangkatnya hanya satu kapal. Tujuan kami ke Malaysia dan Thailand. Namun tidak diterima dan saya mengarahkan kapal ke Indonesia dengan harapan masyarakat mau menerima mereka sementara waktu," tambah Rafiq.

Selain mencari pekerjaan di Malaysia, kebanyakan dari keluarga mereka yang sudah berada di sana. Banyak saudara-saudara rohingya terdampar di Aceh sudah duluan masuk Malaysia dan menetap untuk bertahan hidup.


(tor/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed