DetikNews
Kamis 19 April 2018, 16:59 WIB

Ribuan Kayu di Sungai Musi Dibiarkan Tak Bertuan, Ini Penampakannya

Raja Adil Siregar - detikNews
Ribuan Kayu di Sungai Musi Dibiarkan Tak Bertuan, Ini Penampakannya Ribuan kayu dibiarkan tak bertuan di Sungai Musi (ist.)
Palembang - Direktorat Polairud Polda Sumsel menemukan kayu diduga hasil illegal logging tak bertuan sekitar 1.500 batang. Kayu dalam bentuk gelondongan ditemukan di perairan sungai Lalan Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

"Ini kita lagi hitung jumlah kayu secara keseluruhan, tapi kalau dalam hitungan kasar itu ada sekitar 1.500 batang lebih dalam bentuk gelondongan. Belum ada satu pun tersangkanya," kata Dir Polairud Polda Sumsel, Kombes Imam Robani saat dikonfirmasi, Kamis (19/4/2018).

Dikatakan Imam, kayu ditemukan pada Rabu (18/4) pagi. Belum ada satupun tersangka dalam kasus ini karena masih dalam proses pengejaran. Penemuan dalam jumlah besar berawal dari adanya laporan masyarakat.

Kayu gelondongan yang ditemukan dan sudah diikat rakit itu terdiri dari berbagai jenis. Mulai dari kayu meranti, racuk dan kayu campuran yang diperkirakan hampir mencapai Rp 450 juta.

"Belum ada tersangkanya karena saat anggota datang tidak ada satu orangpun di lokasi, kita dapatkan informasi ada kayu dari masyarakat. Setelah kita amati ternyata benar ada kayu dalam jumlah besar, banyak sekali dan semua berada didalam air," sambungnya.

"Kita bekerjasama dengan tim dari KLHK untuk mengusut kasus ini. Sementara ini bisa dikatakan kayu tidak bertuan. Tapi itukan tidak mungkin kayu hanyut begitu saja. Pasti ada orang yang punya dan itu masih kita dalami karena ini kelihatanya kayu tebangan lama," katanya.

Secara terpisah, Kepala Seksi III Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera, Dodi Kurniawan mengatakan sungai Lalan, Musi Banyuasin merupakan jalur utama aktivitas illegal logging. Bahkan aktivitas ini sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu.

"Sungai Lalan memang merupakan jalur utama aktivitas illegal logging. Kami dari awal sudah sering pantau, banyak jenis kayu keluar dari sana. Mulai dari meranti, racuk dan kayu campuran," kata Dodi.

Jika kayu sudah diolah menjadi papan dan balok, maka diperkirakan ada sekitar 150 kubik lebih dengan harga mencapai Rp 450 jutaan. Tentu jumlah ini bukan lagi jumlah yang sedikit dan dipastikan ada yang punya.
Ribuan Kayu di Sungai Musi Dibiarkan Tak Bertuan, Ini PenampakannyaF

"Intinya mau kayu lama atau baru tidak boleh diambil, siapa pun pasti akan tetap dikenakan sanksi pidana. Jelas aktivitas seperti ini merusak lingkungan dan kami juga akan kejar pelaku-pelaku illegal logging, terutama di hutan produksi dan hutang lindung," tegasnya.

Belum dapat dipastikan apakah nantinya kayu tak bertuan itu akan dibawa ke Kota Palembang. Mengingat jarak tempuh ke lokasi membutuhkan waktu hingga 6 jam perjalanan dari Mako Dit Polairud sungai Lais.
(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed