DetikNews
Selasa 17 April 2018, 18:24 WIB

Kemenag: UIII Ikhtiar Kami Jadikan Indonesia Pusat Studi Islam Dunia

Erwin Dariyanto - detikNews
Kemenag: UIII Ikhtiar Kami Jadikan Indonesia Pusat Studi Islam Dunia Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI Kamaruddin Amin (paling kanan) bersama Dubes AS untuk Indonesia, Joseph R Donovan. (Erwindar/detikcom)
Jakarta - Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Kamaruddin Amin mengatakan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) atau Indonesia International Islamic University (IIIU) rencananya mulai menerima murid baru pada tahun ajaran 2019. Dia berharap minimal 50 persen mahasiswa baru nantinya berasal dari luar negeri.

Harapannya, setelah menjadi mahasiswa UIII, mereka tak hanya belajar di kampus, tapi sekaligus melihat toleransi di Indonesia. "Fokusnya, kami ingin mengenalkan Islam Indonesia yang moderat kepada dunia internasional," kata Kamarudin di rumah dinas Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia (AS) Joseph R. Donovan Jr, di kawasan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 17 April 2018.

"Ini ikhtiar Kementerian Agama untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat studi Islam dunia," lanjut Kamaruddin.



Sebelumnya, pada 24 Februari-7 Maret 2018, Kamaruddin melakukan kunjungan ke sejumlah perguruan tinggi di AS. Turut menyertai Kamaruddin sejumlah tenaga pengajar dari Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk bencmarking terkait rencana pendirian UIII.

Di AS, Kamaruddin dan rombongan yang tergabung dalam program International Visitor Leadership Program (IVLP) itu berkunjung ke Georgetown University, Drexel University, Temple University, Boston University, Boston College, Harvard University, dan Hartford Seminary.



"Kami mendiskusikan tentang bagaimana tradisi kesarjanaan di Amerika yang mungkin bisa diadaptasi dengan tradisi kesarjanaan di Indonesia untuk selanjutnya akan diterapkan di IIIU," kata Kamaruddin.

Selain itu, mereka berdialog dengan para cendekiawan muslim dan sejumlah organisasi sipil muslim di sana, seperti All Dulles Area Muslim Society (ADAMS) Center, The Islamic Society of Boston Cultural Center (ISBCC), dan Imam Mohamad Bashar Arafat (President, Civilizations Exchange, & Cooperation Foundation).

Selain dari AS, UIII akan mengadaptasi tradisi kesarjanaan dari negara lainnya di Timur Tengah dan Eropa. "Serta pastinya akan memperkenalkan tradisi kesarjanaan yang ada di Indonesia sendiri," tambah Kamaruddin.

Joseph R. Donovan mengatakan pihaknya mendukung pendirian UIII. Dia berharap UIII dapat menjadi tempat yang baik bagi pendidikan keagamaan di Indonesia. "Juga menjadi tempat memperoleh pendidikan Islam bagi masyarakat dunia," ujarnya.


(erd/jat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed