DetikNews
Selasa 17 April 2018, 17:24 WIB

Saran KPAI: Coret Nilai Matematika Jadi Syarat Masuk PTN

Denita BR Matondang - detikNews
Saran KPAI: Coret Nilai Matematika Jadi Syarat Masuk PTN Komisioner KPAI Retno Listyarti menyarankan agar nilai UNBK matematika tidak menjadi pertimbangan syarat masuk PTN. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Mata pelajaran matematika di Ujian Nasional Berbasis Komputer atau UNBK SMA 2018 disebut menjadi momok bagi siswa. Mereka merasa kesulitan hingga curhat di akun Instagram Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Nilai matematika di UNBK tersebut nantinya menjadi salah satu pertimbangan syarat penerimaan di perguruan tinggi negeri (PTN). Namun, dengan maraknya curhat itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)--yang juga mengaku menerima aduan tentang sulitnya soal matematika itu--memberi saran agar nilai matematika tidak menjadi pertimbangan syarat masuk PTN.


"Sebaiknya tidak digunakan saja (nilai matematika untuk pertimbangan syarat masuk PTN), kan dia (nilai UNBK) cuma jadi pertimbangan masuk ke perguruan tinggi negeri," ujar komisioner KPAI bidang pendidikan, Retno Listyarti, di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/4/2018).

"Jadi jangan jadikan itu jadi di tahun ini sebagai pertimbangan. Coret saja bagian itu. Paling itu yang bisa dilakukan agar adil bagi siswa," imbuhnya.

Retno meminta hasil UNBK itu ditunjukkan apa adanya. Apabila memang hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, dia meminta pemerintah menjadikannya patokan kebijakan.


"Kami berharap pemerintah jujur. Jadi hasil UNBK ini nggak usah dikonversi, dinaikkan, nggak usah," kata Retno.

"Sebenarnya dengan memberikan soal-soal yang mereka nilai begitu sulit, sebenarnya hasil murninya seperti apa, agar sebenarnya kan ujian nasional itu kan untuk pemetaan. Pemetaan itu adalah ketika hasil matematika sebuah sekolah atau daerah itu jelek, maka kemudian pemerintah akan melakukan intervensi ke sana," Retno menambahkan.

Menurutnya, pemerintah nantinya dapat menganalisis kesalahan dari hasil UNBK. Perbaikan, lanjut Retno, dapat ditentukan apakah dari faktor pengajar atau bahan pembelajarannya.

"Misal kenapa matematikanya jelek? Ternyata kualitas gurunya, maka kualitasnya ditingkatkan, ternyata mereka kekurangan bahan-bahan pembelajaran (maka) bahan pembelajarannya disiapkan. Kan itu yang namanya intervensi. Selama ini kan nggak diumumin hasilnya, tapi intervensinya nggak ada. Coba dibuka mana yang hasil intervensi," ucap Retno.
(dhn/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed