DetikNews
Selasa 17 April 2018, 06:30 WIB

Amien Rais Bukan Politikus Comberan

Elza Astari Retaduari - detikNews
Amien Rais Bukan Politikus Comberan Foto: Amien Rais. (Dok. 20Detik).
Jakarta - Polemik soal 'partai setan' dan 'partai Allah' membuat Amien Rais dijuluki sebagai politikus comberan oleh partai lain. PAN menegaskan Ketua Majelis Kehormatannya itu bukan politikus comberan.

Adalah Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah yang menyebut Amien sebagai politikus comberan di manuver terbarunya. Pernyataan Amien menjadi polemik karena mendikotomikan parpol di Indonesia menjadi 'partai setan' dan 'partai Allah'.

"Ucapan Amien Rais tentang 'partai setan' tidak ada kaitannya dengan demokrasi, melainkan hanya tingkah laku politikus comberan yang seenak udelnya saja, dan hal ini tidak boleh terjadi di Indonesia," ucap Inas, Senin (16/4/2018).


Pernyataan Amien pun membuat berang jajaran PAN. Ketua DPP PAN Ali Taher tak terima Amien disebut sebagai politikus comberan dan balik menyerang Inas dengan sebutan kotoran.

"Sekarang yang ngomong comberan itulah yang nggak ngerti. Kotoran dia itu," ujar Ali Taher di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/4).

Pembelaan untuk Amien datang dari para orang dekat dan pendukungnya. Ketum PAN Zulkifli Hasan menyebut seniornya itu berbicara soal partai setan dan partai Allah dalam konteks ceramah agama.

[Gambas:Video 20detik]



Zulkifli meminta pernyataan Amien soal 'partai setan' tak perlu dijadikan polemik. Ia menegaskan 'partai setan' tak berkaitan dengan parpol di Indonesia.

"Jadi jangan diperluas, nggak ada hubungan sama partai politik. Ini ceramah agama, ada dalam Alquran, ayatnya saya lupa, kamu cek sendiri. Kuliah subuh. Penasihat 212," kata Zulkifli, yang juga besan Amien.

Tak cuma Zulkifli, Waketum PAN yang juga santri Amien Rais, Taufik Kurniawan melempar pembelaan. Dia kemudian mengajak Hanura, yang merupakan partai pendukung Joko Widodo, perang di Pemilu 2019.

"Kalau kemudian ada yang tersinggung mengatakan itu-ini politik comberan nggak paham itu. Ayo, kita bertempur di 2019," sebut Taufik.

Atas ucapannya, Amien pun dipolisikan oleh Cyber Indonesia. Amien dituding telah melakukan tindakan pidana ujaran kebencian SARA dan penodaan agama atas pernyataan 'parpol setan' dan 'parpol Allah' itu. PAN tidak tinggal diam dan siap melaporkan balik.


"PAN sedang mengkaji. Mengkaji bagaimana yang terbaik. Karena ini mencemarkan nama baik PAN juga," ungkap Taufik.

Wakil Ketua DPR ini memang belum memastikan apakah PAN akan melaporkan balik Cyber Indonesia. Taufik membela eks Ketua MPR itu dengan menyatakan apa yang disampaikan Amien hanya sebatas khotbah di masjid.

"Kalau pada titik tertentu men-dispute, mencampuradukkan pada fakta sebenarnya, ya pasti tidak PAN saja yang marah, seluruh umat di Indonesia pasti tersinggung," tuturnya.

Pembelaan sebenarnya bukan cuma datang dari PAN. Gerindra, yang disebut sebagai 'partai Allah' melemparkan pembelaan. Amien menyebut PAN, Gerindra, dan PKS merupakan 'partai Allah'.

Wasekjen Gerindra Andre Rosiade menyebut tudingan Inas ke Amien tidak etis. "Kami rasa tidak etis kalau Pak Amien yang merupakan tokoh dan lokomotif reformasi dinyatakan politikus comberan oleh Saudara Inas," ucapnya.
(elz/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed