DetikNews
Senin 16 April 2018, 17:30 WIB

Eks Anggota Pansus Century Ragu KPK Tersangkakan Boediono

Arief Ikhsanudin - detikNews
Eks Anggota Pansus Century Ragu KPK Tersangkakan Boediono Foto: Eks Pansus Century duga KPK tak akan tersangkakan Boediono. (Arief Ikhsanudin/detikcom)
Jakarta - Sejumlah pihak yang pernah tergabung di Pansus Hak Angket Bank Century DPR ragu KPK menetapkan mantan Gubernur BI Boediono seperti keputusan Praperadilan PN Jakarta Selatan. Menurut salah satu eks anggota Pansus Century, Ahmad Yani, kasus ini mudah jika KPK serius mengusutnya.

"Sesungguhnya, persolan Century itu terang benderang. Kalau penyidik ingin usut tidak rumit. Lebih rumit kasus (kopi sianida) Jessica," ucap Ahmad dalam diskusi 'Skandal Bank Century' di Hotel Century Park, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (16/4/2018).

Menurut Ahmad, DPR telah memberi rekomendasi dalam kasus Century pada Rapat Paripurna DPR Maret 2010 lalu. Rekomendasi itu menetapkan ada perbuatan melawan hukum dan tindakan pidana.

[Gambas:Video 20detik]



"Opsi C (opsi yang menang dalam Rapat Paripurna DPR), itu disebut Dewan Gubernur BI (Boediono) dan KKSK (Komite Kebijakan Sektor Keuangan) waktu itu yang tanggung jawab," ucap Ahmad.

Politikus PPP tersebut menduga, KPK saat ini tidak akan berani menetapkan Boediono sebagai tersangka. Menurut Ahmad, KPK sudah mendapat intervensi dari pihak lain.

"KPK tidak mau usut ini, saya yakin. Makanya itu puncak kemarahan Fahri (Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah), yang bilang bubarkan KPK," tuturnya.

"KPK juga saat ini nggak mandiri-mandiri banget. Ada kepentingan lain, kepentingan lain yang tidak ingin Indonesia tegak," sambung Ahmad.

Sementara itu, eks Anggota Pansus Century yang lain, Muhammad Misbakhun mengatakan, ini momen bagi KPK untuk meningkatkan kepercayaan publik. Penetapan Boediono menjadi tersangka dengan posisinya sebagai mantan wakil presiden, bisa menambah elit yang telah ditersangkakan oleh KPK.

"Ini sebenarnya, KPK dalam momentum untuk menaikkan kinerja KPK. Dia bisa menangkap, Wali Kota, Bupati. Mau nggak (Boediono)? Ketua DPR sudah, Ketua MK sudah, semua sudah," kata Misbakhun dalam kesempatan yang sama.

Video 20Detik: Tawaran Boediono Menggiring Opini Kasus Century

[Gambas:Video 20detik]



Menurut politikus Golkar itu, KPK harus segera menindaklanjuti putusan PN Jakarta Selatan. Misbakhun menyatakan, ini sebagai tanda KPK patuh kepada putusan hukum.

"Kalau hukum sudah memerintahkan, ya monggo (silahkan). Jangan lagi ada kalimat, kita akan pelajari dulu putusan praperadilan," sebutnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan tim Biro Hukum KPK masih mempelajari putusan praperadilan soal kasus skandal Bank Century. KPK siap melakukan penyidikan lanjutan bila ditemukan dua alat bukti terkait tersangka baru.

"Jadi walaupun tanpa ada putusan dari Pengadilan Jakarta Selatan tentang praperadilan, kalau memang sudah mencukupi dua alat bukti yang cukup pasti akan dilanjutkan," kata Syarif usai mengisi acara di Universitas Hasanuddin, Makassar, Senin (16/4).
(aik/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed