DetikNews
Senin 09 April 2018, 16:45 WIB

Gerakan #2019GantiPresiden Melanggar? Ini Penjelasan Bawaslu

Parastiti Kharisma Putri - detikNews
Gerakan #2019GantiPresiden Melanggar? Ini Penjelasan Bawaslu Ilustrasi Gerakan #2019GantiPresiden. (dok. istimewa)
Jakarta - Belakangan, muncul gerakan yang menggunakan aksesori soal #2019GantiPresiden. Bawaslu menyebut belum ada larangan soal gerakan ini.

Saat rapat bersama KPU, Bawaslu, dan Kemendagri, anggota Komisi II dari Fraksi PDIP Komarudin Watubun menyebut gerakan #2019GantiPresiden sudah masuk materi kampanye. Ia kemudian bertanya kepada KPU apakah gerakan tersebut melanggar aturan atau tidak.

Menjawab hal itu, Ketua Bawaslu Abhan pun menyebut belum ada aturan yang dilanggar dari gerakan itu. Sebab, sejauh ini belum ada aturan khusus mengenai kampanye Pilpres 2019.


"Bahwa hal tersebut belum diatur dan ini juga belum ada paslon (capres-cawapres) dan belum masuk penetapan calon. Maka saya kira belum ada aturan larangan," kata Abhan saat rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II dengan KPU-Bawaslu di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (9/4/2018).

Hal serupa disampaikan Ketua KPU Arief Budiman. Menurutnya, jika memang hashtag tersebut masuk materi kampanye, semestinya sudah diatur di dalam PKPU Kampanye.

"Kalau kegiatan itu masuk dalam kategori kampanye, maka sudah diatur (di dalam PKPU Kampanye). Maka tugas pertama kita adalah mendefinisikan apakah kegiatan itu masuk dalam kegiatan kampanye atau tidak. Kalau masuk kategori kampanye, maka jelas dilarang. Kalau tidak masuk, maka belum diatur PKPU," tutur Arief.


Sementara itu, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kemendagri Suhajar Diantoro menilai kemunculan gerakan #2019GantiPresiden secara etika tidak diperbolehkan jika bertujuan untuk kampanye.

"Kalau yang tadi itu (#2019GantiPresiden) dimaksudkan buat kampanye ya tidak boleh. Itu secara etika tidak boleh," sebutnya.

Sebelumnya, beredar kaus dan gelang #2019GantiPresiden. Beredarnya kaus tersebut juga sempat disindir oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Sekarang isunya ganti lagi, isu kaus. #GantiPresiden2019 pakai kaus. Masak kaus bisa ganti presiden? Yang bisa ganti presiden itu rakyat," kata Jokowi di hadapan relawan yang hadir dalam Konvensi Nasional Galang Kemajuan 2018, di Ballroom Puri Begawan, Bogor, Sabtu (7/4).

Video 20Detik: Sindiran Jokowi Soal Kaus #2019GantiPresiden

[Gambas:Video 20detik]


(yas/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed