DetikNews
Minggu 08 April 2018, 22:36 WIB

Saat Jokowi Dianggap Agresif

Indah Mutiara Kami, Aditya Mardiastuti - detikNews
Saat Jokowi Dianggap Agresif Presiden Jokowi saat naik motor Chopper (Foto: Laily Rachev-Biro Pers Setpres)
Jakarta - Buka-bukaan Presiden Jokowi di depan relawannya, soal #2019GantiPresiden hingga utang, mendapat beragam reaksi. Salah satunya adalah saat Jokowi dianggap agresif.

Gerakan #2019GantiPresiden yang masif digemakan PKS pun ikut ditanggapi Jokowi. Dia bahkan menyindir bahwa kaus dan gelang tak bisa mengganti presiden.

[Gambas:Video 20detik]





"Sekarang isunya ganti lagi, isu kaus. #GantiPresiden2019 pakai kaus. Masak kaus bisa ganti presiden? Yang bisa ganti presiden itu rakyat," kata Jokowi di hadapan relawan yang hadir dalam Konvensi Nasional Galang Kemajuan 2018,di Ballroom Puri Begawan, Bogor, Sabtu (7/4/2018).

Tak hanya itu, Jokowi juga bicara soal utang negara selama dia menjabat sebagai Presiden RI. Jokowi menjelaskan jika sejak dirinya dilantik utang negara sudah Rp 2.700 triliun dan ditambah bunga, sehingga terus membengkak tiap tahunnya.



Jokowi juga mengklarifikasi soal tudingan antek asing dan PKI yang dialamatkan kepadanya. Dia juga menanggapi soal pernyataan Ketum Gerindra Prabowo Subianto soal Indonesia bubar pada 2030.

Beberapa elite parpol pendukung Jokowi menganggap 'serangan balik' itu wajar, apalagi Jokowi bicara di depan relawan. Jokowi mengklarifikasi isu-isu tentang dirinya juga untuk membakar semangat para relawannya itu.

Ada juga anggapan bahwa Jokowi sudah mencapai titik batas kesabarannya karena kerap diserang isu hoax. "Saya kira itu hal-hal biasa saja, dilihat luar biasa karena Pak Jokowi sebagai orang Solo yang budayanya selalu dengan sopan santun, dengan kesabaran. Tapi kalau sudah menjawab seperti begitu sudah hilang juga batas kesabaran selama ini," kata Ketua Bidang Kehormatan PDIP Komarudin Watubun.



Di sisi lain, pendapat berbeda datang dari PAN. Ketua DPP PAN Viva Yoga Mauladi menyebut Jokowi tampil tidak seperti biasanya.

"Pak Jokowi tampil agresif dan bersemangat. Tidak seperti biasanya," kata Viva.

Meski demikian, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai apa yang disampaikan Jokowi bukanlah bentuk serangan balik. Ia menyatakan Jokowi hanya memberi klarifikasi soal menjadi pemimpin harus bisa memberi optimisme pada masyarakat.

"Itu bukan serangan balik. Pak Jokowi melakukan klarifikasi bahwa menjadi pemimpin itu harus membangun optimisme. Menjadi pemimpin itu harus menggelorakan harkat dan martabat bangsa untuk menyatukan semangat gotong royong bahwa kalau kita bersama seberat pun berat masalahnya bisa diatasi," tutur Hasto.
(imk/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed