DetikNews
Jumat 06 April 2018, 16:19 WIB

Pengamanan Mudik 2018 Lebih Berat, Ini 3 Alasan Kakorlantas

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Pengamanan Mudik 2018 Lebih Berat, Ini 3 Alasan Kakorlantas Kakorlantas Polri Irjen Royke Lumowa memeriksa kesiapan jalur mudik Lebaran di wilayah Jawa Tengah. (Marlinda/detikcom)
Tegal - Kakorlantas Polri Irjen Royke Lumowa menyebut pengamanan mudik Lebaran 2018 akan lebih berat dibanding tahun sebelumnya. Ada tiga alasan yang mendasarinya. Apa itu?

"Ada tiga alasan kenapa lebih berat. Pertama, anggapan atau success story pengamanan 2017 membuat masyarakat menjadikannya sebagai parameter. Mereka menuntut tahun ini harus lebih baik dari tahun yang lalu," ujar Royke di Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ), Tegal, Jawa Tengah, Jumat (6/4/2018).

Kesuksesan pengamanan mudik Lebaran 2017 dinilai Royke menjadi tolok ukur keberhasilan pengamanan mudik 2018. Untuk itu, ia berharap kerja sama antarinstansi dalam pengamanan tahun ini lebih ditingkatkan.


"Kalau hanya biasa-biasa saja atau sama dengan tahun lalu dianggap tidak berhasil oleh masyarakat karena mereka punya image parameter mereka adalah tahun lalu," kata Royke.

Alasan kedua adalah tersambungnya tol Trans-Jawa dari Jakarta hingga Surabaya. Royke khawatir, tersambungnya tol tersebut akan menimbulkan euforia di masyarakat.

"Semua akan berbondong-bondong, 'Mari, tol sudah tersambung dari Jakarta menuju Surabaya, mari kita penuhi tol', padahal jalan arteri kosong. Ini berbahaya, akan terjadi kepadatan di pintu-pintu keluar, khususnya Semarang Krapyak ataupun Gandulan," tuturnya.


Alasan ketiga adalah terkait perkiraan tumpah ruahnya pemudik di rest area saat arus balik, khususnya di Cipali dan Cikampek. Untuk itu, rest area harus dikelola dengan baik.

"Nah, itu tiga alasannya," kata Royke.

Untuk itu, Royke menekankan bahwa koordinasi semua instansi dalam pengamanan mudik Lebaran 2018 ini sangatlah diperlukan. Semua instansi, dari kepolisian, TNI, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Kementerian PUPR, BPTJ, Jasa Marga, BNPB, Pertamina, Basarnas, hingga Jasa Raharja, harus bersinergi.

"Semua by government, atas nama pemerintah," katanya.

"Ini tinggal berapa hari ini, sebulan lebih. Semoga kepuasan masyarakat di dalam melaksanakan arus mudik ini dan balik bisa meningkat dibanding tahun lalu. Dan kemacetannya, ya walaupun ada, tidak separah tahun lalu. Hari ini harus lebih baik dari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini," lanjut Royke.
(hri/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed