detikNews
Kamis 05 April 2018, 17:30 WIB

ESDM: Pipa Pertamina di Teluk Balikpapan Putus Terseret Jangkar

Fadhly Fauzi Rachman - detikNews
ESDM: Pipa Pertamina di Teluk Balikpapan Putus Terseret Jangkar Kebakaran kapal di Teluk Balikpapan Foto: Dok. Instagram @Iieebarbie/via REUTERS
Jakarta - Kawasan Teluk Balikpapan tercemar tumpahan minyak akibat patahnya pipa Pertamina. Kementerian ESDM menyatakan, pipa ini patah akibat terseret jangkar kapal.

Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Djoko Siswanto dalam juma pers di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (5/4/2018). Menurutnya, kapal seharusnya dilarang memasang jangkar di lokasi.

"Kita kan sekarang sudah tahu penyebabnya. Jadi diduga, itu pipanya terseret kapal yang terbakar itu kan. Padahal di daerah itu seharusnya tidak boleh ada kapal yang pasang jangkar. Tapi informasinya pada saat itu cuaca lagi buruk sehingga dia harus pasang jangkar. Tapi dari bukti-bukti yang ada, sepertinya itu terseret oleh jangkar. Terbukti kapal itu masih di situ kan," kata Djoko.

[Gambas:Video 20detik]



Djoko menegaskan, seharusnya kru kapal tersebut memahami aturan karena di sekitar lokasi ada instrumen larangan pemasangan jangkar.

"Kalau pasang jangkar di situ ya itu kan sudah melanggar, sudah salah. Kenapa nggak boleh? Karena ada pipa," ucapnya.

Polda Kalimantan Timur sendiri masih menyelidiki kasus ini. Mereka mencari tahu apa penyebab patahnya pipa Pertamina ini.

"Jadi penyidikan fokus pada penyebab patahnya pipa tersebut. Karena patahannya itu kan menurut Pertamina, disebabkan adanya tarikan atau dorongan yang sangat ekstrem," kata Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Ade Yaya Suryana saat dihubungi detikcom, Rabu (4/4).


Ade mengatakan tarikan atau dorongan itu diduga berasal dari tabrakan dari sebuah objek benda. Tabrakan ini menyebabkan pipa yang berada di kedalaman 20 meter dari dasar laut itu patah.

Padahal pipa minyak Pertamina itu terbuat dari besi baja yang cukup kuat. Setelah diketahui penyebab patahnya pipa tersebut, polisi akan menetapkan pihak yang jadi tersangka.
(hri/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com