DetikNews
Kamis 05 April 2018, 06:56 WIB

Kebakaran di Teluk Balikpapan, Polisi Cari Sebab Pipa Minyak Patah

Jabbar Ramdhani - detikNews
Kebakaran di Teluk Balikpapan, Polisi Cari Sebab Pipa Minyak Patah Pantai Banua Patra, Balikpapan, tercemar minyak mentah. Hal ini terjadi pasca terbakarnya pipa minyak bawah air Balikpapan-Penajam Paser Utara pada Sabtu (31/3) lalu. (Foto: Antara Foto)
Jakarta - Kebakaran di perairan Pelabuhan Semayang, Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, disebabkan minyak tumpah yang bersumber dari patahnya pipa milik Pertamina. Saat ini polisi menyelidiki penyebab patahnya pipa tersebut.

"Jadi penyidikan fokus pada penyebab patahnya pipa tersebut. Karena patahannya itu kan menurut Pertamina, disebabkan adanya tarikan atau dorongan yang sangat ekstrem," kata Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Ade Yaya Suryana saat dihubungi detikcom, Rabu (4/4/2018) malam.

[Gambas:Video 20detik]



Ade mengatakan tarikan atau dorongan itu diduga berasal dari tabrakan dari sebuah objek benda. Tabrakan ini menyebabkan pipa yang berada di kedalaman 20 meter dari dasar laut itu patah.

Padahal pipa minyak Pertamina itu terbuat dari besi baja yang cukup kuat. Setelah diketahui penyebab patahnya pipa tersebut, polisi akan menetapkan pihak yang jadi tersangka.

"Ya, itu (kepastian objek yang menabrak pipa) yang jadi bagian langkah penyidikan selanjutnya. Ketika itu sudah diketahui penyebabnya apa, kemudian kita akan tetapkan siapa-siapa saja tersangkanya," ujar Ade.


Polisi saat ini belum menentukan tersangka karena harus melakukan penyelidikan secara utuh. Ade mengatakan polisi terus memanggil saksi, melakukan olah TKP, dan mencari bukti-bukti.

"Sekarang kan kita fokus kepada barang bukti yang ada di laut. Labfor juga sudah ambil sampel akan dianalisis. Kita lihat apa hasilnya. Nanti dari situ kan akan berkembang lagi siapa-siapa yang akan dipanggil selanjutnya," ucapnya.

Ade memastikan pipa minyak yang patah tersebut saat ini alirannya sudah ditutup. Sehingga tak ada lagi minyak yang tumpah ke perairan.


Selain itu, setelah menemukan tersangka yang menyebabkan pipa patah, polisi akan mengembangkan kasus terkait tewasnya lima orang nelayan akibat terjadinya kebakaran di perairan Teluk Balikpapan itu.

"Untuk sementara karena adanya lingkungan tercemar, kemudian meninggal dunia, UU Lingkungan Hidup. Sementara itu. Karena kan saat ini belum ditentukan. Masih ke arah sana (dugaan pencemaran lingkungan)," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, kebakaran ini terjadi pada Sabtu (31/3) sekitar pukul 10.00 WIB. Selain kebakaran, tumpahan minyak menyebabkan laut tercemar dan menyebabkan ikan-ikan mati.
(jbr/tsa)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed