DetikNews
Kamis 22 Maret 2018, 20:28 WIB

Sidang Setya Novanto

Novanto Cerita soal Ponakannya Antar Bungkusan Duit ke DPR

Faiq Hidayat - detikNews
Novanto Cerita soal Ponakannya Antar Bungkusan Duit ke DPR Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Terdakwa kasus korupsi proyek e-KTP, Setya Novanto, menyebutkan keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi, sebagai kurir untuk mengantarkan uang pada anggota DPR. Irvanto mengantarkan uang itu menggunakan bungkusan.

Novanto awalnya mengetahui pengantaran uang itu saat dikonfrontasi dengan Irvanto dalam pemeriksaan penyidik KPK. Irvanto disebut Novanto mengaku mengantarkan uang pada beberapa anggota DPR.

"Itu bungkusan yang biasa jadi kurir dan pembicaraan itu sama Andi," ujar Novanto ketika menjalani pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (22/3/2018).

Novanto menyatakan saat pemeriksaan itu Irvanto menyebut uang yang diantarnya pada anggota DPR berasal perusahaan jasa penukaran uang atau money changer PT Inti Valuta. Irvanto menerima uang dari money changer sekitar USD 3,5 juta.


"Pas pemeriksaan semalam, kalau 3,5 juta dolar dari Iwan (Riswan) itu Andi sama Irvanto mengetahui," jelas Novanto.

Novanto menyebutkan Irvanto mengantarkan uang itu ke kantor dan rumah para anggota DPR. Menurut Novanto, hal itu yang mengetahui hanya Andi Agustinus alias Andi Narogong dan Irvanto.

"Tadi malam adalah bahwa uang itu diketahui Andi dan Irvanto. Saya tanya Irvanto, apa uang itu dari Iwan, itu cuma Andi dan saya (Irvanto) yang tahu," tutur dia.

Sebelumnya, jaksa pada KPK meminta konfirmasi kepada Irvanto Hendra Pambudi, mengenai pemberian sejumlah uang proyek e-KTP kepada anggota DPR. Irvanto mengaku tidak pernah memberikan uang proyek tersebut kepada anggota DPR.

Jaksa menduga Irvanto pernah mengantarkan sebuah bungkusan pada Politisi Golkar Aziz Syamsudin dan Fayakhun Andriadi.

"Pernah bawa bungkusan, isinya belum tentu duit, bisa jadi gado-gado atau apa?" tanya jaksa pada KPK dalam sidang terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Rabu (14/3).

"Saya pribadi nggak pernah. Ke sana kalau nggak sama Andi, Vidi, dan Dedy," ucap Irvanto.


Novanto Beberkan Pertemuan dengan Pejabat Kemendagri

Selain itu, Novanto mengamini soal pertemuannya dengan Andi dan pejabat Kemendagri saat itu yakni Diah Anggraeni, Irman, dan Sugiharto di Grand Melia pada tahun 2010. Dalam pertemuan itu, Andi memperkenalkan ketiga pejabat Kemendagri tersebut.

Diah Anggraeni selaku Sekjen Kemendagri, Irman selaku Dirjen Dukcapil Kemendagri dan pejabat pembuat komitmen Sugiharto. Mereka menemui Novanto untuk membahas proyek e-KTP.

"Pendapat saya bahwa Andi orang ini selalu minta tolong sama saya dan mungkin ini salah satu kesalahan saya karena saya orang dari bahwa jadi pembantu, supir dan sukses. Kesuksesan saya itu merasa adalah dibantu orang, makanya kalau ada orang masalah selalu membantu, apalagi ada orang bertikai mau membantu sehingga mereka memakan diri saya mungkin ini saya minta maaf kesalahan saya," kata Novanto.

Hakim merasa heran dengan pertemuan tersebut lantaran tujuan urgensi atau keharusan pejabat esselon I Kemendagri menemui eks Ketua Fraksi Golkar itu. Mereka bertemu dengan Novanto sebelum proses lelang hingga pengumuman pemenang lelang. Namun Novanto mengaku tidak tahu keharusan mereka menemuinya. Dia juga mengaku tidak tahu awal tujuan pertemuan itu.


"Itu sejujurnya tidak tahu tapi terjadi," tutur Novanto.

Novanto menyebutkan pertemuan itu hanya memenuhi undangan Andi Narogong di Grand Melia. Karena Novanto saat itu juga sedang ada acara di tempat itu.

"Jadi yang saya tahu adalah ajudan dihubungi bahwa memang saya ada acara di Grand Melia. Saudara Andi mau ketemu, saya bilang dimana bahwa saya (ajudan) sudah bilang bapak ada acara di Grand Melia tapi saya diam saja. Waktu itu Andi memperkenalkan Irman, Sugiharto dan Diah," ucap dia.

Dalam pertemuan itu, Novanto mengatakan Andi menjelaskan adanya program proyek e-KTP di Kemendagri yang dikerjakan Irman dan Sugiharto. Selain itu, Diah juga menyampaikan program pemerintah itu sangat bagus.

"Andi menjelaskan Irman dan Giharto ada program e-KTP, seingat saya Pak Irman menyampaikan program e-KTP adalah program siak. Saya bilang ya saya punya waktu tidak lama karena ada acara saya bilang 10 menit. Pada waktu itu bu Diah bilang program bagus Pak Nov, pokoknya begini program pemerintah saya dukung itu sampaikan," ucap Novanto.

Kemudian, Novanto kembali dicecar oleh hakim mengenai pertemuan itu. Sebab disebut hakim ada pertemuan lanjutan Novanto, Andi Narogong dan Irman di Lantai 12, ruang Fraksi Partai Golkar DPR.

"Betul, saya kelihatan lanjutan di Grand Melia dan waktu itu sampaikan Pak Nov kita sedang minta dukungan anggaran dan saya sampaikan proses anggaran itu adalah melalui komisi II dan kemudian banggar silahkan saja kalau program pemerintah," ucap Novanto.

Dalam perkara ini Novanto didakwa melakukan intervensi dalam proses penganggaran dan pengadaan barang/jasa proyek e-KTP. Novanto juga didakwa menerima USD 7,3 juta melalui keponakannya Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, dan orang kepercayaannya, Made Oka Masagung.
(fai/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed