DetikNews
Selasa 20 Maret 2018, 11:43 WIB

Apa Dosa 'Seniormu', Jenderal Luhut?

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Apa Dosa Seniormu, Jenderal Luhut? Foto: (Usman Hadi/detikTravel)
Jakarta -

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan naik pitam saat Presiden Jokowi dikaitkan dengan pengibulan terkait kebijakan bagi-bagi sertifikat tanah. Luhut lantas mengancam mengungkap dosa politikus senior yang menyerang Jokowi itu, memang apa dosanya jenderal?

"Jangan asal kritik saja. Saya tahu track recordmu kok. Kalau kau merasa paling bersih kau boleh ngomong. Dosamu banyak juga kok, ya sudah diam saja lah. Tapi jangan main-main, kalau main-main kita bisa cari dosamu kok. Emang kau siapa?" begitu hardik keras Jenderal (Purn) Luhut Panjaitan saat memberikan pidato di Gedung BPK, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (19/3/2018).


Itu barulah sepotong kata-kata keras yang dilontarkan luhut di sela-sela memberikan paparan soal kemaritiman. Ia mengawali kata-kata berapi-api itu dengan mengungkap sebuah kisah tentang seorang senior yang menuding Presiden Jokowi melakukan pengibulan. Luhut pun mengklarifikasi tak ada satu pun kebohongan Presiden Jokowi perihal bagi-bagi sertifikat itu.

"Apanya yang dikibulin? Sertifikat itu dulu prosesnya lama, panjang dan sedikit. Sekarang proses cepat dan banyak. Salahnya di mana? Jadi asbun aja. Jadi nggak boleh kita asal ngomong apalagi senior-senior. Dia kan 70 berapa tahun, saya kan 71 tahun juga," ujar Luhut.

Luhut memang tak menyebut siapa senior yang dimaksud. Namun sudah jelas siapa yang dimaksud Luhut, lantaran saat ini memang lagi heboh banget pernyataan politikus senior Amien Rais menyebut-nyebut Jokowi melakukan pengibulan.


Karenanya PAN pun langsung bereaksi keras. Partai berlambang matahari ini tak terima Ketua Dewan Kehormatan Amien Rais diancam-ancam oleh Luhut yang notabene bagian dari pemerintahan Jokowi-JK.

"Menimbulkan kesan bahwa pemerintah juga suka main ancam dan tidak ragu memakai segala cara untuk membalas dendam," ujar Dradjad dalam keterangannya, Selasa (20/3/2018).

Dradjad pun kemudian 'menyerang balik' jenderal Luhut. "Saya jadi bertanya-tanya, jangan-jangan perpecahan di Golkar dan PPP dulu juga karena pendekatan 'cari-cari kesalahan dan balas dendam'? Jangan-jangan kasus yang menimpa sebagian ulama, bahkan hingga ada yang wafat, juga karena hal yang sama? Masih banyak jangan-jangan yang lainnya," ucap Drajad.

"Yang jelas, kalau sampai nanti terjadi apa-apa terhadap Pak Amien, PAN punya bukti kuat untuk menuding siapa aktor intelektualnya," tegas Drajad.

Sudah jelas pernyataan Amien Rais soal pentibulan sudah jadi bola panas, terlebih setelah Luhut yang orang dekat Presiden Jokowi ikut bicara. Namun ancaman yang dilontarkan Luhut ke politikus senior itu masih jadi tandatanya, memangnya apa dosa besar salah satu mahaguru politik itu?



(van/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed