DetikNews
Senin 19 Maret 2018, 17:14 WIB

Amien Sindir Jokowi 'Ngibul', Waketum PAN: Pendukung Jangan Baper!

Elza Astari Retaduari - detikNews
Amien Sindir Jokowi Ngibul, Waketum PAN: Pendukung Jangan Baper! Taufik Kurniawan minta pendukung Jokowi tak baper. (Foto: dok istimewa)
Jakarta - Tudingan Amien Rais soal Presiden Joko Widodo 'ngibul' terkait sertifikat tanah mendapat pembelaan dari Waketum PAN Taufik Kurniawan. Dia meminta partai-partai pengusung Jokowi tidak langsung 'baper' atas pernyataan Ketua Majelis Kehormatan PAN itu.

"Pak Amien kan tokoh nasional, termasuk salah satu tokoh reformasi. Menurut saya, nggak usah terlalu reaktiflah partai pengusung pemerintah, nggak usah dibawa baper (bawa perasaan)," ujar Taufik dalam perbincangan, Senin (19/3/2018).

Menurut Taufik, pernyataan Amien masih dalam konteks mengingatkan pemerintah. Amien, disebutnya, menyoroti soal target-target pemerintahan Jokowi yang belum tercapai, dalam hal ini program bagi-bagi sertifikat tanah.


"Ini dalam konteks mengingatkan bahwa masih banyak PR (pekerjaan rumah) yang harus dilakukan pemerintah," kata Taufik.

"Kalau saya menerjemahkan Pak Amien, masih banyak program pemerintah yang belum tercapai, salah satunya pembagian sertifikat tanah ke masyarakat, padahal sudah mau selesai (periode tugasnya), terlepas nanti dipilih lagi apa nggak," imbuhnya.

Menurut Taufik, bukan baru kali ini saja Amien berbicara keras. Bahkan di era pemerintahan Presiden Soeharto, mantan Ketua MPR itu menjadi salah satu tokoh yang berani mengkritik keras pemerintah.

"Beliau sudah milik bangsa. Jadi anggaplah ini sebagai cambuk mengejar target pemerintah, untuk introspeksi. Itu harus kita sadari bagaimana seorang kelompok masyarakat memiliki ribuan hektare kebun sawit, jutaan hektare untuk batubara dan emas, dimiliki oknum-oknum negeri ini," papar Taufik.


"Bukan sertifikat tanahnya. Tapi soal yang Pak Amien sebut 74 persen tanah kita itu dimiliki asing dan aseng," sambung Wakil Ketua DPR itu.

Taufik lalu mengingatkan soal peristiwa ditolaknya anggota DPRD di Sumatera oleh salah satu investor asing. Dia juga menyebut sejumlah janji politik Jokowi saat maju Pilpres 2014 yang belum tercapai saat ini.

"Belum lagi janji politik. Lalu soal laju pertumbuhan ekonomi, dulu janjinya 7 persen. Untuk 5 persen itu saja sekarang berat. Ini logis aja, ada banyak PR yang belum diselesaikan," tukas Taufik.

Dia mengatakan itu baru satu tuntutan yang dikritik Amien Rais. Taufik lalu mengibaratkan Amien sebagai seorang penguji disertasi dengan Jokowi sebagai pihak yang diuji.

"Itu baru satu tuntutan yang disampaikan Pak Amien, yang lain-lain gimana? Kalau semua nanti bisa jadi ngibul-ngibul nasional gimana? Ini baru satu program. Sekarang ibarat Pak Amien itu profesor saat ujian disertasi," urainya.

Taufik lalu meminta agar pernyataan Amien dimaklumi, mengingat senior PAN itu datang dari dunia aktivis. Dia meminta kritik yang disampaikan Amien dijadikan sebuah motivasi bagi Jokowi dan jajarannya.


"Mohon dimaklumi bahasa Pak Amien memang tak bisa ditahan. Jadikan sebagai cambuk untuk prestasi bagi kita mengejar program-program yang belum tercapai," kata Taufik.

"Termasuk katanya dari awal kebijakan Pak Jokowi seorang menteri tidak boleh rangkap jabatan sebagai pengurus parpol. Sekarang ada menteri menjadi ketum parpol. Itu belum dikupas tuntas Pak Amien. Jadi anggap saja itu pengingat bersama," tambah dia.

Pernyataan Amien itu menuai pro dan kontra. Hanura sebagai partai pendukung pemerintah mencurigai pernyataan 'nyinyir' Amien itu sebagai pesanan dari konglomerat.

"Yang perlu dicurigai adalah nyinyirnya Amien Rais terhadap program sertifikasi tanah tersebut. Bisa saja kita menduga bahwa Amien Rais membawa pesanan dari konglomerat," sebut Ketua Fraksi Hanura Inas Nasrullah Zubir, Senin (19/3).

[Gambas:Video 20detik]


(elz/van)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed