detikNews
Jumat 16 Maret 2018, 11:36 WIB

Keluhan Bos Dharma Jaya yang Merasa Dipersulit di Era Anies-Sandi

Muhammad Fida Ul Haq, Indra Komara - detikNews
Keluhan Bos Dharma Jaya yang Merasa Dipersulit di Era Anies-Sandi Dirut Dharma Jaya, Marina Ratna Dwi Kusumajati yang merasa dipersulit di era Anies-Sandi/Foto: dok Berita Jakarta
Jakarta - Keluhan Dirut Dharma Jaya Marina Ratna Dwi Kusumajati sedang jadi polemik. Marina yang diangkat di era Basuki T Purnama alias Ahok ini merasa dipersulit di era Gubernur Anies Baswedan.

"Kerja sama dengan SKPD tuh beda seperti Gubernur yang lama. Saya sih sangat mencintai Dharma Jaya, saya ingin Dharma Jaya baik, saya ingin juga anak-anak Dharma Jaya berubah. Sekarang sudah ada perubahan yang signifikan, saya ingin kesejahteraan karyawan di Dharma Jaya juga sekarang sudah terpenuhi," kata Marina, Kamis (15/3/2018) kemarin.

"Saya ingin rakyat Jakarta sesuai yang menerima KJP adalah orang yang membutuhkan. Bukan sembarangan. Catat itu! Ini duit negara bukan duit siapa-siapa yang harus dikasih sesuai dengan kebutuhan siapa yang mendapatkan. Itu sulit. Sama saja saya yang menabur garam ke lautan. Kerja dengan tidak ada koordinasi," sambung Marina.

Keluhan Marina itu berkaitan dengan dana subsidi yang tidak kunjung turun sejak November tahun lalu. "Dijanjiin PSO (public service obligation) sama Pak Wagub bulan November. Kan dua minggu setelah itu saya sudah ngajuin proposal ke BPKD, November," terangnya.

Marina menyebutkan bertemu dengan Sandiaga pun sangat sulit. Dia merasa birokrasi sangat berbelit-belit di era Anies-Sandi.

"Jadi begini, saya tuh mau ketemu beliau agak sedikit susah semenjak beliau menjabat. Selalu kalau mau ketemu pakai tim semuanya," jelas Marina.



Marina mengatakan tidak masuk akal dana subsidi tidak turun. Menurutnya, dana yang harus digunakan untuk kepentingan warga harus dicairkan segera.

"Masuk akal nggak dari November PSO DP belum keluar sampai tanggal segini. Yang kedua, reimburse yang harusnya dari Desember sampai detik ini juga belum cair," paparnya.

Marina mengatakan Dinas KPKP yang bertugas terhadap dana subsidi juga sulit saat dimintai konfirmasi. Dia mengatakan prosedur di dinas tersebut berbelit-belit.



"Dinas KPKP administrasinya lama, kemudian Dinas KPKP alasannya verifikasi," terangnya

Marina mengaku juga telah meminta mundur dari Dirut Dharma Jaya. Permintaan itu dia sampaikan kepada Wagub DKI Sandiaga saat pertemuan 6 Maret lalu.

"'Pak, saya mau resign' saya bilang. 'Kenapa?' Saya bilang, 'Ini Bapak, gimana saya mau kerja baik? Karena nggak dibantu, PSO belum turun.' Saya bilang gitu. Terus di dalam Badan Pengawas juga ngaco-ngaco," ujarnya menirukan percakapan dengan Sandiaga.

Anies: Nggak Usah Ngancam-ngancam

Anies Baswedan mempersilakan Marina untuk langsung mundur saja, bila memang berniat melakukan itu. Tak usah membuat pernyataan mengancam.

"Tidak ada orang yang tidak bisa diganti. Tidak ada orang yang tidak bisa diganti. Tidak ada orang yang irreplaceable (tak tergantikan), every one is replaceable. Mundur boleh, nggak mundur boleh silakan. Be professional," kata Anies.

Anies meminta Marina untuk bersikap profesional. Anies mengaku menghargai profesionalisme seseorang.

"Saya mengatakan jadilah orang yang profesional, kita menghargai profesionalisme itu saja. Anda lihat saja berapa bulan ini kita hormati orang-orang profesional. Kalau memang mundur, mundur saja lah, nggak usah pakai ancam-ancaman. Mundur saja," ujar Anies.
(fjp/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed