DetikNews
Rabu 14 Maret 2018, 15:48 WIB

Kader PKS Tantang Fahri Hamzah Sumpah Mubahalah soal Pemecatan

Samsdhuha Wildansyah - detikNews
Kader PKS Tantang Fahri Hamzah Sumpah Mubahalah soal Pemecatan Kader Muda PKS Pipin Sopian tantang Fahri Hamzah sumpah mubahalah Foto: Samsdhuha Wildansyah/detikcom
Jakarta - Kader Muda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Pipin Sopian menantang Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah melakukan sumpah mubahalah. Dia menilai Fahri tidak bicara jujur terkait pemberhentiannya dari PKS.

"Dengan mengucap bismillahirohmaanirohim saya menantang saudara Fahri Hamzah untuk melakukan Mubahalah terkait penyataannya yang mengingkari pembicaraan dengan Ketua Majelis Syuro PKS sebelum pemberhentiannya dari semua jenjang keanggotaan PKS," kata Pipin di Hotel Sofyan, Jl Cut Meutia, Jakarta Pusat, Rabu (14/3/2018).

Pipin mengatakan, jika Fahri menerima tantangan itu, mubahalah dilaksanakan di Mesjid Al Hikmah, Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (16/3) pukul 13.00-14.00 WIB.


Pipin mengatakan, tantangan ini atas inisiatif dirinya sendiri, tidak ada sangkut pautnya dengan PKS. Selain menantang Fahri sumpah mubahalah, Ketua Departemen Politik DPP PKS ini juga menyampaikan 11 poin pernyataan sikapnya.

Berikut pernyataan sikap yang dibacakan Pipin:

1. Sebagai kader PKS saya menyesalkan perbuatan yang dilakukan saudara Fahri Hamzah yang melampaui batas terhadap PKS dan Pimpinan PKS.

2. Saya mengapresiasi perjuangan saudara Fahri Hamzah selama di PKS. Sebagai kader muda saya harus mengakui pernah mengagumi beliau. Namun, kita menyaksikan banyak pernyataan saudara Fahri yang melampui batas dan telah menyebarkan informasi tidak benar tentang PKS dan Pimpinan PKS. Pernyataannya merugikan dan merusak kehormatan Pimpinan PKS dan PKS sebagai partai dakwah.

3. Kader, simpatisan, dan publik menjadi terganggu, kecewa, dan marah dengan pernyataan-pernyataan beliau yang kerap kali menyerang PKS dan Pimpinan PKS.

4. Pernyataan tidak benar itu di antaranya pernah saudara Fahri sampaikan pada 12 Desember 2017 saat wawancara di CNN TV yang mengatakan:

"PKS kan melihat dan membaca itu. Apa dasar orang ini ditarik. Mereka bilang ya sudah karena sudah dipecat dibikinlah pemecatan saya diujung. Gitu loh. Kan ini yang tidak disabari dari awal. Kalo ngomong sama saya kan ditarik alasannya begini, begini, begini kan kita ngomong".

5. Setelah saya membaca penjelasan DPP PKS terhadap pemberhentian saudara Fahri Hamzah dan keterangan tertulis Ketua Majelis Syuro PKS dengan ini saya menyatakan bahwa pernyataan saudara Fahri ini tidak benar dan sangat fatal karena sesungguhnya sebelum diberhentikan, Ketua Majelis Syuro PKS, Habib Salim berjumpa dan berbicara secara langsung dengan saudara Fahri Hamzah.


6. Pada pertemuan tersebut saudara Fahri Hamzah pernah bersumpah demi Allah bersedia mundur dari Pimpinan DPR RI asalkan tetap di PKS di hadapan Ketua Majelis Syuro PKS yang disaksikan langsung oleh Ustaz Sunmandjaja.

Dengan kalimat sebagai berikut: "Wallahi, demi Allah, sami'nawaatho'na. Saya bersedia mundur dari jabatan sebagai Wakil Ketua DPR RI. Saya siap ditempatkan di mana saja. Karena bagi saya lebih baik bersama PKS. Bahkan, kalau sekarang antum tugaskan saya jadi Tenaga Ahli Kang Sunman lagi, saya siap. Dulu saya juga bawain tas Kang Sunman."

Namun kemudian pada pertemuan selanjutnya dia menolak untuk mundur dari Pimpinan DPR RI.

7. Pernyataannya tersebut juga telah mengingkari undangan dan pertemuan dengan BPDO, Majelis Qodho, dan Majelis Tahkim sebagai bagian proses klarifikasi tetapi tidak dihiraukan saudara Fahri. Bagaimana mungkin saudara Fahri menafikan pertemuan dan undangan tersebut. Kader, simpatisan, dan publik bertanya siapa sesungguhnya yang BERBOHONG?

8. Setelah melihat kondisi yang ada, membaca literatur dan konsultasi dengan para ustadz pakar syariah dan memohon petunjuk Allah Subhanahu Wata'ala sehingga membuat saya mantap. Maka dengan mengharap ridho Allah Subhanahu Wata'ala dan untuk mengungkap kebenaran serta maslahat yang lebih besar maka dengan ini saya Pipin Sopian menantang saudara Fahri Hamzah untuk BERANI BERMUBAHALAH mempertanggungjawabkan secara UKHROWI kebenaran PERNYATAAN PUBLIK saudara Fahri. Sebab saya meyakini saudara Fahri telah menyampaikan informasi yang TIDAK BENAR karena sesungguhnya saudara Fahri Hamzah pernah diajak bicara langsung oleh Ketua Majelis Syuro PKS sebelum proses pemberhentiannya dari semua jenjang keanggotaan PKS.

9. Dengan mengucap bismillahirohmaanirohim saya menantang saudara Fahri Hamzah untuk melakukan MUBAHALAH terkait penyataannya yang mengingkari pembicaraan dengan Ketua Majelis Syuro PKS sebelum pemberhentiannya dari semua jenjang keanggotaan PKS, pada hari Jum'at, 16 Maret 2018 di Mesjid Al Hikmah, Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Pukul 13.00-14.00 WIB.

10. Saya mengundang kader dan simpatisan PKS untuk menjadi saksi MUBAHALAH kami berdua. Saya berharap dengan MUBAHALAH ini, kader, simpatisan, dan publik mengetahui kebenaran yang sesungguhnya siapa yang JUJUR dan siapa yang BERBOHONG?

11. Di antara kita ada yang menganggap bahwa mulutnya dilindungi oleh Konstitusi. Tapi ketahuilah mulut kita dilaknat Allah Subhanahu Wata'ala jika dipakai untuk berbohong dan menebar fitnah sesama saudara.

Demikian tantangan MUBAHALAH ini saya sampaikan. Semoga Allah Subhanahu Wata'ala memberi hidayah kepada kita semua untuk menjaga kehormatan diri, marwah partai, dan terhindar dari fitnah.

Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokaatuh.
Jakarta, 14 Maret 2018
Pipin Sopian

Fahri melaporkan Sohibul ke Polda Metro Jaya terkait pemecatannya dari PKS, Kamis(8/3). Fahri menuding Sohibul Iman adalah otak dari pemecatannya. Menurutnya, semua badan di PKS yang terkait dengan pemecatannya terafiliasi dengan Sohibul selaku Presiden PKS. Dia menuding ada persekongkolan di PKS.

Laporan Fahri tertuang dalam laporan bernomor LP/1265/III/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus. Fahri melaporkan Sohibul atas dugaan Pasal Pasal 27 ayat (3) dan atau Pasal 45 ayat (3) UU ITE, Pasal 310 dan 311 KUHP tentang fitnah dan pencemaran nama baik.

"Jadi saya melaporkan Sohibul Iman karena dia memiliki jabatan yang penting yang menurut saya kalau dibiarkan partainya rusak. Jadi saya memperdulikan partai juga," kata Fahri kepada wartawan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (8/3).
(hri/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed