DetikNews
Selasa 13 Maret 2018, 14:58 WIB

Sidang Bom Thamrin, Adi Beberkan Pengiriman Anggota JAD ke Suriah

Yulida Medistiara - detikNews
Sidang Bom Thamrin, Adi Beberkan Pengiriman Anggota JAD ke Suriah Sidang lanjutan terdakwa kasus bom Thamrin, Aman Abdurrahman, di PN Jaksel, Selasa (13/3/2018). (Yulida Medistiara/detikcom)
Jakarta - Adi Jihadi, terpidana kasus pelatihan militer di Filipina, bercerita mengenai pengiriman anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) ke Suriah dan Filipina. Duit pembelian tiket didapatkan dari napi lainnya.

"Saya jadi fasilitator pembelian tiket," kata Adi bersaksi dalam sidang terdakwa kasus bom Thamrin, Aman Abdurrahman, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (13/3/2018).

Uang membeli tiket didapatkan dari Rois alias Iwan Darmawan, yang juga kakak Adi. Rois merupakan terpidana teroris yang menjalani hukuman di Nusakambangan. Duit didapatkan Adi saat beberapa kali menjenguk Rois.



Adi dalam persidangan mengaku mendapat kartu ATM. Dia juga menerima uang USD 30 ribu dari Rois, yang diterima melalui perantara.

Uang tersebut lalu diserahkan kepada sejumlah orang. Sebanyak USD 20 ribu diberikan kepada Ustaz Zainal Anshory. Sedangkan uang USD 3.000 diberikan kepada Suryadi Mas'ud untuk berangkat ke Suriah dan Filipina.



"USD 3.000 dibagi ke Suryadi Masud. USD 20 ribu lalu ke Jenderal Anshory di Cilacap. Sesudah keluar dari penjara. Sisanya USD 7.000 ke Mas'ud tadi. Saya kirimin untuk Filipina," kata Adi.

Ketua majelis hakim Akhmad Jaini menanyakan tujuan pemberian uang USD 30 ribu. Adi menyebut duit digunakan untuk memberangkatkan sejumlah orang ke Suriah.

"Nantinya untuk keberangkatan ke Suriah. Inisiatifnya kakak saya, Rois," ujarnya.

[Gambas:Video 20detik]




(yld/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed