DetikNews
Senin 12 Maret 2018, 17:09 WIB

Mensos Cairkan Bansos Rp 13,8 Miliar untuk 7 Wilayah Terdampak Bencana

Denita Br Matondang - detikNews
Mensos Cairkan Bansos Rp 13,8 Miliar untuk 7 Wilayah Terdampak Bencana Mensos Idrus (Foto: Grandyos Zafna.)
Jakarta - Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) mencatat ada sebanyak 7 wilayah di Indonesia yang mengalami bencana besar di Januari dan Februari 2018. Selama dua bulan itu Kemensos telah menyalurkan bantuan sosial (bansos) senilai Rp 13,8 miliar.

"Terkait bencana Kemensos telah menyalurkan bantuan sebesar Rp 13,8 miliar di antaranya untuk KLB campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat, gempa bumi Banten, tanah longsor di Bogor, erupsi Gunung Sinabung, banjir di Cirebon, tanah longsor dan banjir di Brebes, dan di Kabupaten Bandung dan Bandung Barat," kata Mensos Idrus Marham dalam jumpa pers di Gedung Kemensos, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Senin (12/3/2018).


Untuk penanganan KLB di Kabupaten Asmat, Papua Kemensos menggelontorkan dana bantuan senilai Rp 5.529.000.000. Gempa bumindi Banten, Jabar Rp 2.479.123.880, tanah longsor di Bogor Rp 135.358.320, erupsi Gunung Sinabung, Sumut Rp 2.720.400.000, banjir di Cirebon Rp 540.771.835, tanah longsor dan banjir di Brebes, Jateng Rp 1.219.632.150 dan di Bandung sebesar Rp 1.210.425.151.

Idrus mengatakan dari bencana itu menyebabkan korban meninggal sebanyak 29 orang, 33 orang luka berat, 39 luka ringan dan mengungsi sebanyak 1.829 orang.

"Bencana itu juga menyebabkan rumah rusak berat 1.662 unit, 3.583 rumah rusak sedang dan 6.459 rumah rusak ringan dengan korban sebanyak 146.794 KK (Kepala Keluarga)," ujar Idrus.

Idrus menilai pihaknya telah memberi respon yang cepat dalam memberi bantuan ataupun penanganan bencana alam itu. Bantuan, kata Idrus, diberikan dalam tiga tahap.

"Di tahap pertama, itu tahapan prabencana kami membangun sistem penanggulangan bencana, menyiapkan sarana dan prasarana pendukung, mengembangkan kapasitas SDM dan Tagana (Taruna Siaga Bencana), membentuk kampung siaga bencana, sosialisasi, simulasi, dan gladi lapangan," kata idrus.


Tahap kedua, saat bencana, dilakukan pengerahan SDM tagana dan relawan, mengaktivasi sistem penanggulangan bencana bidang perlindungan sosial, pemberian bantuan kebutuhan dasar dan pelayanan sosial, advokasi, dan layanan dukungan psikis korban.

"Di tahap ini biasanya akan mendirikan dapur umum, mengirim logistik dan konsultasi atau bantuan pemulihan psikis korban, " ujar Idrus.

Tahap ketiga dengan pemberian bantuan pemulihan seperti bantuan sosial dan jaminan hidup bagi korban.

"Dalam hal ini secara keseluruhan kami telah merespon dengan cepat penanganan bencana alam melalui pencegahan, penanggulangan dan penanganan. Kami juga akan tetap berkoordinasi dengan kementerian yang terkait untuk terus melakukan evaluasi, monitoring dan perbaikan ke depan," ujarnya.
(rvk/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed