DetikNews
Minggu 11 Maret 2018, 12:12 WIB

Anggota Muslim Cyber Army: Kami Organisasi Tanpa Bentuk

detikX - detikNews
Anggota Muslim Cyber Army: Kami Organisasi Tanpa Bentuk Foto: Dittipit Siber Bareskrim Tangkap 6 Penyebar HOAX (Rengga Sancaya-detikcom)
Jakarta - Salah satu anggota Muslim Cyber Army (MCA) Rizky Surya mengungkapkan MCA merupakan organisasi tanpa bentuk. Beberapa individu bergabung di dalamnya dan kemudian membesar.

"Bisa dikatakan kami itu bagian dari MCA. MCA ini OTB (organisasi tanpa bentuk). Semacam suatu gelombang yang naik terus. Individu-individu yang bergabung dalam suatu kelompok yang akhirnya membesar," ujar Rizky dalam wawancara khusus kepada detikX pada Senin (5/3/2018).

Rzky mengatakan MCA awalnya terbentuk dari aksi 411 dan 212. Nama MCA kemudian langsung tercetus.

"Dasar awalnya yang saya tangkap dari peristiwa 411 dan 212. Seperti tercetus saja bahasa MCA. Pada Januari dan Februari 2017. Semuanya menamakan diri 'kita MCA-MCA'. Grup bukan, orang bukan," katanya.

Rizky mengatakan wadah terbentuknya MCA berawal dari Facebook. Nama MCA kemudian makin berkembang dan mengerucut ke nama MCA Group.

"Kita bisa bilang MCA itu bukan satu grup. Grup MCA itu ada 30-an jumlahnya. Ada MCA New, MCA United. Ada MCA yang 1.000 member, 4.000 member, 6.000 member, 10 ribu member. Paling untuk mengenali grup MCA itu dari foto sampu," ungkapnya.

Menurut Rizky ciri-ciri MCA dasarnya pembelaan terhadap Islam. Salah satu pembelaannya adalah ketimpangan kriminalisasi terhadap ulama.

"Waktu itu beredar atau terjadi, yang ditangkap oleh kawan-kawan, ada ketimpangan masalah ulama yang dikriminalisasi. Waktu itu, setelah Aksi 212 kan itu ada ketimpangan masalah putusan Ahok. Nah, di situlah mulai naik," ucapnya.

"Sekarang yang namanya grup MCA itu, perlu saya tekankan lagi, baru ada pada pertengahan 2017 ke sini. Dulu kita punya grup Pecinta FPI, Pecinta Habib Rizieq, Suara Rakyat, Suara Kedaulatan Rakyat, terus FPI Laskar Cyber, Kami Mencintai FPI, 212 Cyber Army. Itu semua sudah hilang," imbuhnya.

Rizky mengatakan pendiri dari MCA tidak dapat diketahui.Dia pun tidak mengetahui dengan pasti siapa pendiri MCA.

"Mungkin pembuat grup opini pertama itu Bareskrim yang tahu. Kalau ditanyakan ke saya, saya juga bingung. MCA itu, secara nama, besarnya setelah Aksi 212," paparnya.

Nama MCA muncul sekitar pertengahan tahun 2017. Rizky mengatakan ada pertentangan di Pilgub DKI kala itu.

"Jadi kita melihatnya bisa seperti pemerintahan dan oposisi. Yang jadi masalah sekarang ini semakin mendekati pilkada itu meruncing, kan. Ada (demo) 412, 212, 411, 211, 311. Makin ke sini sampai kita juga kena. Jadi sebetulnya, kalau kita dari awal tidak perang akun, kita tidak akan ke sini. Karena kita emosional dan keliru menanggapi," jelasnya.

Wawancara lengkap detikX dengan para anggota MCA yang kini ditahan di rutan Dirsiber Polri bisa dibaca di sini.
(nvl/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed