DetikNews
Kamis 08 Maret 2018, 13:57 WIB

Pilpres 2019

Salah Langkah, Jokowi Kalah

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Salah Langkah, Jokowi Kalah Foto: Andhika/detikcom
Jakarta -

Jokowi memuncaki hampir seluruh survei capres saat ini. Namun posisi Jokowi masih jauh dari aman. Elektabilitasnya masih di angka 30-40%.

Melihat elektabilitas Jokowi yang belum menembus 50% di banyak survei, perlu strategi khusus untuk memenangi Pilpres 2019. Kuncinya ada pada cawapres pendampingnya. Kalau salah melangkah, Jokowi bisa kalah.

"Elektabilitas Pak Jokowi masih paling tinggi sebesar 35%, Pak Prabowo di bawahnya 21,2%. Pak Jokowi harus cermat memilih cawapres, karena kalau tidak cermat bisa kalah," kata Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median), Rico Marbun, kepada wartawan, Kamis (8/3/2018).


Karena itu, kriteria cawapres pendamping Jokowi pun sangat krusial. Sosok cawapres harus menutupi kekurangan Jokowi, salah satunya di sektor ekonomi.

"Punya kompetensi di bidang ekonomi dan antineolib. Selain dunia sekarang belum pulih dari guncangan ekonomi, Indonesia pun belum mampu sepenuhnya lepas dari jeratan perlambatan ekonomi," kata Rico.

"Figur itu harus mampu mengembalikan track kebijakan ekonomi yang berpihak dan melindungi rakyat kecil dan tidak mendewa-dewakan pendekatan neolib," sambungnya.

Berikutnya, menurut Rico, Jokowi perlu mendekati umat Islam. Figur yang dekat dengan umat akan menjadi nilai plus bagi Jokowi di Pilpres 2019.

"Figur itu harus diterima umat. Karena itu, Jokowi sebaiknya memperhatikan figur yang didorong dari partai-partai Islam yang memiliki basis massa yang jelas," kata Rico.

Soal elektabilitas Jokowi sebesar 35 persen itu terlihat dari hasil survei Median yang dilakukan pada Februari 2018. Selain soal elektabilitas, Median mencatat, dari 1.000 responden, 37,9% masyarakat menyebut Jokowi belum mampu mengatasi masalah ekonomi.

Elektabilitas Jokowi yang angkanya rendah tak hanya di survei Median, tapi juga di beberapa survei lain. Berikut ini rangkuman hasil survei Jokowi vs Prabowo di beberapa survei sepanjang 2018:

1. Indo Barometer

Waktu: 23-30 Januari 2018
Metode: multistage random sampling
Responden: 1.200 di 34 provinsi
Margin of error: 2,83 persen

Hasil:

Joko Widodo: 32,7%
Prabowo Subianto: 19,1%

2. Ikatan Alumni UI (Iluni UI)

Waktu: Januari 2018
Metode: kuantitatif secara online
Responden: 502 alumni UI
Margin of error: 4,3%

Hasil:
Joko Widodo: 33,25%
Prabowo Subianto: 6,02%

3. Media Survei Nasional (Median)

Waktu: 1-9 Februari 2018
Metode: multistage random sampling
Responden: 1.000
Margin of error: 3,1%

Hasil:
Joko Widodo: 35%
Prabowo Subianto: 21,2%

4. Populi Center

Waktu: 7-16 Februari 2018
Metode: multistage random sampling
Responden: 1.200 di 120 kecamatan dengan setiap kelurahan dipilih 10 responden dari dua RT
Margin of error: 2,89%

Hasil:
Joko Widodo: 52,8%
Prabowo Subianto: 15,4%


(van/ear)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed