DetikNews
Minggu 25 Februari 2018, 07:23 WIB

Pengamat: Dialog Prananda-AHY Hanya Sebatas Pertemuan Anak Presiden

Indra Komara - detikNews
Pengamat: Dialog Prananda-AHY Hanya Sebatas Pertemuan Anak Presiden Foto: dok. detikcom
Jakarta - Ketua DPP PDIP Prananda Prabowo akan diutus oleh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk berdialog dengan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai dialog antar keduanya ahanya sebatas pertemuan akan Presiden.

"Justru saya melihat pertemuan ini pertemuan antara anak presiden aja. Nah makanya saya menyangsikan kalo kemudian pertemuan antara Pranandan dan AHY itu menghasilkan sesuatu yang bombastis," kata Hendri saat dihubungi detikcom, Minggu (25/2/2018).

Hendri juga melihat dialog dua anak presiden itu bisa berujung rekonsiliasi pada kedua partai politik tersebut. Namun, dia tidak yakin hasil pertemuan keduanya akan mengejutkan banyak pihak.

"Iya itu (rekonsiliasi) pasti ada, itu kan sebetulnya udah diminta AHY udah lama dan itu kan bukan cuma AHY saja yang ajukan. Rekonsiliasi bisa saja terjadi tapi kan pertemuan antara orang nomor 2 Demokrat dan PDIP sering terjadi tapi memang rekonsiliasi itu tidak dalam Mega dan SBY bertemu mesra, walaupun saya yakin keduanya mesra aja. Karena rekon itu kan sudah sering terjadi juga di beberapa Pilkada kan bareng-bareng," paparnya.

"Nah makanya saya menyangsikan kalau kemudian pertemuan antara Pranandan dan AHY itu menghasilkan sesuatu yang bombastis," lanjutnya.

Dialog ini juga dikatakan Hendri sebagai 'tes' dari Ketum Demokrat yang juga ayahnya Susilo Bambang Yudhoyono apakah AHY mampu berkomunikasi dengan sejumlah partai politik. lagi-lagi, Hendri tidak yakin pertemuan keduanya bisa menimbulkan hal yang bombastis, apalagi melahirkan nama AHY sebagai cawapres Jokowi di Pilpres 2019.

"Ini juga seetulnya lagi ngetes AHY juga. Bisa nggak dia melakukan pendekatan dengan parpol-parpol. Nanti hasilnya seperti apa ya kita nantikan aja. Tapi kalau kemudian diharapkan hasilnya bombastis seperti misalnya AHY jadi wapresnya Jokowi saya rasa sih masih jauh," tutur Hendri.
(idn/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed