DetikNews
Rabu 21 Februari 2018, 19:16 WIB

Laporan Dari Hiroshima

Kapolri: Kasus Penyerangan Tokoh Agama Sedang Didalami sampai Akar

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Kapolri: Kasus Penyerangan Tokoh Agama Sedang Didalami sampai Akar Ilustrasi: Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Indra Komara/detikcom)
Hiroshima - Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta semua pihak untuk tidak membuat kesimpulan terkait penyerangan tokoh agama beberapa waktu terakhir. Polisi tengah mendalami kasus tersebut termasuk para tersangka yang sudah ditahan.

Hal ini disampaikan Tito usai menghadiri pemberian gelar honoris causa (HC) Wapres Jusuf Kalla di Universitas Hiroshima, Jepang, Senin (21/2/2018). Tito awalnya dimintai tanggapan terkait gelar kehormatan atas dedikasi Wapres JK di bidang perdamaian.



Menurut Tito, perdamaian yang ditangani Wapres JK berbeda kasus dengan penyerangan sejumlah tokoh agama beberapa waktu terakhir. "Itu lain, kita lihat case by case. Sementara kita lihat kasus sedang ditangani, tersangka sudah ditangkap, kita dalami dulu sebelum ambil kesimpulan," ujar Tito.

Tito mengatakan pihaknya tengah mendalami hubungan kasus satu dengan kasus lainnya terkait penyerangan tokoh agama tersebut. Namun sebelum polisi menemukan hasilnya, Tito meminta semua pihak untuk tidak berkesimpulan apakah kasus tersebut karena ekonomi, ketidakadilan, atau ketidaksetaraan.

"Jangan kemudian kita lihat ini masalah ekonomi atau ini masalah inequality (ketidakadilan/ketidaksetaraan). Melihat suatu konflik harus kita dalami dulu sampai titik akhir kita dapati jawaban fakta di lapangan, setelah itu kita tarik kesimpulan akar masalah, baru kita selesaikan akar masalah," jelasnya.

Sebelumnya, Tito menanggapi pidato Wapres JK saat pemberian gelar HC dari Universitas Hiroshima. JK sempat menyebut masalah ekonomi menjadi salah satu sebab terjadinya konflik di dunia. Tito menyebut masalah tersebut hampir ditemukan di semua konflik dunia.



"Ekonomi dan inequality itu dua masalah utama yang hampir ditemukan di semua konflik yang ada di dunia. Jadi hampir semua masalah konflik utamanya konflik besar karena ketidakadilan, perbedaan, primordialisme, keagamaan, kesukuan ke-ras-an dan lain-lain, ketidakadilan, justice," ungkap Tito

"Kedua adalah masalah ekonomi. Karena itu membaca teori Rousseau tentang teori kontak sosial, sebetulnya permasalahan utama adalah masalah ekonomi bagaimana untuk membuat masyarakat lebih sejahtera," imbuhnya.

Selain itu, Tito menyebut konflik terjadi akibat ketidaksejahteraan masyarakat yang tidak adil. Akibatnya masyarakat tidak adil menuntut ketidakadilan itu.

"Jadi memang persamaan di semua bidang itu perlu. Dua faktor itu yang paling penting dan memicu konflik, dan sebaliknya yang bisa menyelesaikan konflik. Dan kedua adalah terjadinya distribusi ekonomi," tutur dia.


(nvl/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed