DetikNews
Rabu 21 Februari 2018, 19:08 WIB

DPRD DKI Setuju Diskotek yang Terkait Narkoba Ditutup Jika Ada Bukti

Indra Komara - detikNews
DPRD DKI Setuju Diskotek yang Terkait Narkoba Ditutup Jika Ada Bukti Anggota DPRD DKI Yuke Yurike (Dok. detikcom)
Jakarta - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso (Buwas) menyebut ada 36 diskotek di Jakarta terlibat peredaran narkoba. DPRD DKI Jakarta setuju diskotek tersebut segera ditutup jika bukti yang didapat kuat.

"Kalau benar kata Kepala BNN seperti itu, pasti mereka punya dasar. Segera tutup aja kalau memang sudah ada bukti ataupun saksi bahwa di tempat tersebut ada jual-beli oleh oknum ataupun manajemen. Harus ditindak tegas," kata anggota Komisi B DPRD DKI Yuke Yurike PDIP kepada detik melalui pesan singkat, Rabu (21/2/2018).

Yuke mengatakan Pemprov DKI harus mendukung untuk pemberantasan peredaran narkoba di Jakarta. Yuke juga mengatakan pengawasan tempat hiburan malam harus diperketat.


"Berarti aturan-aturan peringatan sudah diabaikan, kalau memang manajemen hiburan malam atau diskotek tersebut terbukti, terlibat atau membiarkan, atau pengawasan dan peringatan di sana lemah, langsung tutup saja. Jangan kasih ruang sama sekali untuk narkoba di Jakarta," ujarnya.

Yuke juga meyakini bahwa diskotek yang terindikasi menjadi tempat peredaran narkoba tidak hanya berjumlah 36 seperti yang disebutkan Buwas. Maka dari itu, dia berharap agar masyarakat terlibat dalam pemberantasan narkoba di Jakarta.


"Saya yakin nggak hanya di 36 diskotek itu saja, pasti banyak lagi. Masyarakat juga dimohon untuk partisipasi dalam memberantas narkoba, kalau ada informasi yang diketahui segera laporkan," tutur Yuke.

Sebelumnya, Buwas mengatakan akan membuka nama ke-36 diskotek tersebut jika Pemprov DKI berkomitmen menutup tempat hiburan tersebut. Dia mengatakan BNN telah mendapatkan bukti setelah anggotanya mengecek dengan membeli narkoba di ke-36 diskotek tersebut.


Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan siap melakukan eksekusi bila ada diskotek yang melakukan pelanggaran. Dia mengatakan akan memberi sanksi kepada diskotek yang melanggar perda.

Hal senada diungkapkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Dia mengatakan siap menutup diskotek yang terbukti terlibat dalam peredaran narkoba sesuai informasi yang disampaikan Buwas.
(idn/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed