DetikNews
Rabu 21 Februari 2018, 08:28 WIB

Sambil Santap Nasi Jambal, Mega-Jokowi Bertemu di Batu Tulis Semalam

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Sambil Santap Nasi Jambal, Mega-Jokowi Bertemu di Batu Tulis Semalam Megawati bertemu Jokowi di Istana Batu Tulis, Bogor (Foto: Dok. Istimewa)
Bogor - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden Joko Widodo di Istana Batu Tulis Bogor, semalam. Pertemuan hampir dua jam itu diselingi santap malam dengan menu nasi jambal dan sate ayam.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang mengetahui pertemuan itu menyebut, Megawati dan Jokowi membahas berbagai masalah nasional dan internasional. Hasto mengatakan pertemuan keduanya berlangsung tak lebih dari 2 jam.

"Istana Batu Tulis menjadi saksi sejarah dialog kedua pemimpin. Ibu Megawati Soekarnoputri dan Bapak Jokowi, secara periodik meluangkan waktu untuk bertemu. Beliau berdua saling update terhadap berbagai persoalan nasional dan internasional," ujar Hasto, Rabu (21/2/2018).

Sambil Santap Nasi Jambal, Mega-Jokowi Bertemu di Batu Tulis SemalamFoto: Dok. Istimewa
Menurut Hasto, Istana Batu Tulis menjadi tempat favorit pertemuan dua orang itu karena faktor estetika ruangan. Dalam pertemuan itu, tak hanya nasi jambal yang jadi menunya.

Untuk makan malam, Megawati disebut Hasto menu khusus ciri khas kuliner nusantara. Selain nasi jambal yang disebutkan tadi, ada ayam bakar balado, gurami bakar, sate ayam, buncis sambal terasi, tumis kangkung dan kerupuk serta nasi goreng pete khas Batu Tulis.

"Kami semua makan dengan lahap. Ibu Mega dan Pak Jokowi dengan nasi jambalnya, lengkap dengan sate ayam penambah sedap rasa, hingga tidak terasa habislah sepiring nasi jambal penuh aroma bumbu nusantara," sebut dia.

Hasto mengatakan suasana pertemuan Megawati dan Jokowi sangat tenang dan penuh kesejukan.

"Saya meyakini, suasana itu mengalirkan pemikiran-pemikiran jernih dari beliau berdua tentang solusi menghadapi berbagai persoalan bangsa dan negara. Istana Batu Tulis sangat cocok untuk melakukan kontemplasi, apalagi terlepas dari berbagai hiruk pikuk isu politik di Jakarta," katanya.

"Apa yang dibahas adalah kepentingan dan komitmen untuk kemajuan Indonesia Raya," imbuh Hasto.
(gbr/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed