Persaudaraan 212: Pemerintah Jangan Halangi Kepulangan Habib Rizieq

Persaudaraan 212: Pemerintah Jangan Halangi Kepulangan Habib Rizieq

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Selasa, 20 Feb 2018 15:58 WIB
Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif. (Denita/detikcom)
Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif. (Denita/detikcom)
Jakarta - Persaudaraan Alumni 212 menggelar tablig akbar dan istigasah menyambut kabar kepulangan Habib Rizieq Syihab. Peserta tablig akbar disebut tak akan pulang sampai bisa bertemu Habib Rizieq.

Soal kabar kepulangan Habib Rizieq, Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif mengaitkannya dengan pemerintah. Slamet menggunakan istilah 'pemerintah', bukan polisi.

"Sekali lagi kepada pemerintah masih ada waktu beliau memulangkan dengan selamat. Kami tidak akan bubar sebelum ada informasi dari beliau. Dan kami tidak akan bubar sampai beliau bertemu dengan kami. Artinya, jangan coba-coba pemerintah untuk menghalangi kepulangan beliau. Ataupun mengambil langkah-langkah setelah sampai di Indonesia membuat beliau tidak bertemu dengan kami," kata Slamet di kantor Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia (DDII), Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (20/2/2018).


Slamet juga mewanti-wanti pemerintah untuk tidak menjemput paksa Rizieq ketika sampai di Indonesia. Menurutnya, umat akan bergerak untuk membela Rizieq.

"Karena kalau pemerintah atau kepolisian mengambil cara paksa, maka kita ambil paksa imam kami. Karenanya, jalan negosiasi, jalan damai junjung tinggi. Tapi kalau memaksa, maka kami umat Islam mengajak umat Islam untuk memaksa beliau," ujarnya.

Kata Slamet, pemerintah masih punya waktu untuk memastikan keamanan kepulangan Rizieq. Saat ini, masih kata Slamet, umat Islam di Indonesia telah bergerak menuju Jakarta untuk menyambut imam besar FPI itu.

"Saya mengingatkan kepada pemerintah untuk bisa berlaku baik terhadap beliau. Setop kriminalisasi ulama. Perlakukan beliau dengan baik. Tunjukkan dengan keadilan. Sebelum umat bersatu dan berkumpul dari mana-mana datang, segera fasilitasi pastikan beliau kembali kepada umat Islam dan dalam keadaan aman," ujarnya.

[Gambas:Video 20detik]



Kegiatan penyambutan Rizieq akan dipusatkan di Masjid Baitul Amal, Jalan Menceng, Cengkareng, Jakarta Barat. Kegiatan menunggu Rizieq akan diisi acara keagamaan.

"Maka panitia memutuskan mulai nanti malam, kita memfokuskan kegiatan penyambutan HRS dalam bentuk tablig akbar dan istigasah mulai nanti malam di Masjid Baitul Amal, Jalan Menceng, Cengkareng, bakda magrib sampai beliau pulang," tutur Slamet. (knv/tor)