DetikNews
Senin 19 Februari 2018, 20:03 WIB

Makna Nomor Urut dan 11 Klaim PSI Layak Dipilih

Aryo Bhawono - detikNews
Makna Nomor Urut dan 11 Klaim PSI Layak Dipilih Jajaran pengurus PSI menggelar syukuran atas keberhasilan partai ini menjadi peserta pemilu 2019. (Foto: Dwi/detikcom)
Jakarta -

Jerih payah para pengurus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memenuhi berbagai persyaratan agar lolos verifikasi berbuah manis. Tak cuma lolos menjadi peserta pemilu 2009, partai yang diusung mantan jurnalis, aktivis, hingga mahasiswa juga meraih nomor cantik: 11.

Menurut Ketua Umum PSI Grace Natalie, partainya didirikan pada bulan kesebelas. Tepatnya 16 November 2014, dan kata 'Solidaritas' pun berjumlah 11 huruf. Angka inipun lantas mereka rayakan dengan mengumumkan 11 alasan PSI pantas dipilih masyarakat.

"PSI tidak melemahkan pemberantasan korupsi, anti intoleransi, memiliki program kesejahteraan berbasis data, pro perempuan, partai anak muda, rekrutmen caleg terbuka, pendanaan berdasar donasi publik, bukan partai oligarki, kendaraan calon pemimpin bersih, penerapan teknologi untuk kemajuan dan transparansi, serta mendukung Presiden Jokowi untuk dua periode," papar Grace dalam acara syukuran dan menyampaikan "11 Alasan Memilih PSI" di kantor PSI, Senin (19/2/2018).

Terkait pemilihan kepala daerah serentak beberapa bulan ke depan, PSI ikut terlibat memberikan dukungan kepada sejumlah calon secara terbatas. Dukungan ini masih sebatas kampanye media sosial dan penyediaan saksi.

Beberapa kepala daerah yang mereka dukung antara lain Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan kecenderungan akan mendukung Calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Terkait pendanaan partai, Sekjen PSI Raja J. Antoni mengungkapkan selama ini hal itu dilakukan dengan donasi publik. Mereka mengetuk tiap pintu untuk mendapatkan uang operasional partai. Namun sistem ini akan diubah dengan sistem donasi kartu SAKTI (Solidaritas Anti Korupsi dan Intoleransi). Pendonor akan mendapatkan kartu ini dan turut ambil bagian dalam kebijakan partai.

"Sekarang kami ingin menyebarkan kartu membership, mereka tidak hanya menyumbang tapi (menjadi) shareholder. Mereka akan ikut online voting yang ikut menentukan arah partai," jelas Antoni.




(ayo/jat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed