DetikNews
Senin 19 Februari 2018, 17:43 WIB

Polda Metro Tangkap Pria yang Ngaku Kasat Reskrim dan Peras Pengusaha

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Polda Metro Tangkap Pria yang Ngaku Kasat Reskrim dan Peras Pengusaha Jumpa pers pengungkapan kasus di Polda Metro Jaya (Kanavino/detikcom)
Jakarta - Subdit Jatanras Ditkrimum Polda Metro Jaya menangkap 2 pelaku penipuan, RS (27) dan SOL (46), terhadap korban selaku manajer perusahaan sawit PT SGE Sabang, Agus. RS menipu Agus dengan mengaku sebagai Kasat Reskrim Polres Sabang.

Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam menjelaskan peristiwa bermula saat Agus ditelepon oleh RS pada Minggu (12/2) lalu. RS, yang mengaku sebagai kasat reskrim, menanyakan masalah perusahaan Agus terkait ganti rugi lahan.

RS kemudian meminta uang kepada Agus agar persoalan ganti rugi lahan itu 'aman'. Karena takut, Agus pun mengirimkan uang sebesar Rp 10 juta kepada RS.


"Mengaku sebagai kasat reskrim di Aceh. Korbannya adalah sebagai pengusaha di Aceh. Penipuan dan pemerasannya ada di Jakarta. Korban mengalami kerugian Rp 10 juta. Supaya perusahaannya tidak tersangkut pidana," kata Ade di Mapolda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Senin (19/2/2018).

Dalam melancarkan aksinya, RS dibantu oleh SOL. SOL berperan mencari perkembangan kasus perkebunan kelapa sawit itu di internet.

"Dari data tersebut, tersangka SOL menghubungi nomor telepon ke kecamatan dan menanyakan perusahaan PT SGE, sampai akhirnya diberikan nomor Agus," tutur Ade.

Singkat cerita, sehari setelah adanya informasi penipuan tersebut, polisi mendapat informasi kedua pelaku sedang berada di Jakarta. Polisi menangkap RS dan SOL di Tower Jasmine, Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.

Keduanya langsung dibawa ke Mapolda Metro Jaya. Setelah diperiksa, RS dan SOL ternyata pernah melakukan penipuan serupa dengan mengaku sebagai jaksa dan orang dari Mahkamah Agung.

"Sudah sekian tahun 2003 melakukan untuk mengaku polisi dan sebagainya. Akan kita kembangkan," tutur Ade.

Dari tangan keduanya, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa handphone, kartu ATM, buku tabungan, laptop, buku catatan, dompet, dan uang senilai Rp 10 juta. Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 378 KUHP dengan pidana penjara paling lama empat tahun.
(knv/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed