DetikNews
Kamis 15 Februari 2018, 18:35 WIB

Bea Cukai Awasi Ketat Jalur Tikus Cegah Masuknya Barang Ilegal ke RI

Eva Safitri - detikNews
Bea Cukai Awasi Ketat Jalur Tikus Cegah Masuknya Barang Ilegal ke RI Pemusnahan miras dan rokok dimusnahkan di kantor Ditjen Bea-Cukai. (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Bea-Cukai mengawasi ketat jalur-jalur tikus yang menjadi rute penyelundupan barang ilegal ke Indonesia. Langkah ini untuk mencegah masuknya barang ilegal ke Indonesia.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan para penyelundup kesulitan menembus barikade di pelabuhan utama, seperti di Tanjung Priok, Tanjung Emas, Tanjung Perak, dan Belawan. Karena itu mereka memasukkan barangnya melalui jalur tikus.

"Mereka kemudian mengalihkan strategi penyelundupannya ke pelabuhan-pelabuhan tikus dan jalur tikus. Yang pertama Selat Malaka, itu mereka masuk di pantai timur Sumatera, kemudian di atas ada Kalimantan berbatasan dengan Sarawak," ujar Heru di kantor pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (15/2/2018).


Heru menegaskan, walaupun para penyelundup memasuki jalur lain, hal ini bisa teratasi oleh Bea-Cukai dengan kerja sama para aparat penegak hukum, seperti TNI, Polri, kejaksaan, dan dibantu oleh PPATK serta KPK.

"Jadi selama satu semester penertiban kemarin, hasilnya sudah jelas, yang ilegal ini kita basmi dan yang legal naik produksinya dan sales-nya," ucapnya.

Ke depannya, sinergi dengan TNI-Polri akan terus dilakukan. Selain itu, Bea-Cukai akan lebih mengawasi dalam bentuk verifikasi administrasi yang lebih teliti dan juga pengawasan secara fisik.

"Yang paling jadi tantangan saat ini ya yang fisik ini. Karena kita di pantai timur Sumatera itu ada ratusan, kita menghitung itu lebih dari 400 jalur tikus atau pelabuhan rakyat yang ilegal," tutur Heru.

Bea-Cukai hari ini memusnahkan sejumlah barang ilegal, di antaranya 142.519 botol minuman keras, 12.919.499 batang rokok, 1.008.624 keping pita cukai, 720 liter etil alkohol, dan 11.974 kemasan obat-obatan, kosmetik, serta suplemen. Selain itu, ada 12.144 unit ponsel ilegal yang diungkap di beberapa lokasi, seperti Jakarta, Depok, dan Tangerang.
(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed