DetikNews
Kamis 15 Februari 2018, 07:41 WIB

Desa Siaga Api di Kalimantan Barat

Zunita Amalia Putri - detikNews
Desa Siaga Api di Kalimantan Barat Foto: Desa Siaga Api di Kalimantan Barat (Zunita-detikcom)
Kalbar - Delapan desa di Kecamatan Nanga Tayap, Kalimantan Barat menerima penghargaaan dari PT. Argolestari Mandiri di bawah naungan Sinar Mas. Penghargaan ini bertujuan untuk memberi apresiasi terhadap upaya desa dalam menjaga kebakaran di daerah mereka.

Penghargaan yang di dapat berupa bantuan infrastruktur senilai Rp 600 juta sebagai bentuk apresiasi. Sebelumnya, di tahun 2016 PT. Argolestari Mandiri juga sudah memberikan penghargaan infrastruktur kepada beberapa pemenang.

"Sebelumnya bantuan infrastruktur yang kami berikan di 2016 dibangun Posko MSA di Tanjung Medan, Posko Babinkamtibmas, pagar sekolah di Tanjung Toba, pengerasan jalan Siantau Raya, Mess desa Tajok Kayong, dan Gedung MABM Nanga Tayap," papar Vice President Agronomy Sinar Mas Agribusiness and Food Kalimantan Barat, Junaedi Piliang saat sambutan di Clubhouse Sinar Mas Agribusiness and food, Desa Sungai Kelik, Kalimantan Barat, Rabu (14/2/2018).

Koordinator program DMPA, Supriyanto mengatakan dalam peroses pemilihan pemenang PT. Argolestari Mandiri mengacu pada beberapa kriteria yang telah ditentukan.

"Penilaian berlaku di 8 desa PT. Argolestari Mandiri dengan kriteria penilaiaan mengacu pada ketentuan. Kejadia tanggap pada spot dan kebakaran di desa, kinerja dari tim masyarakat siaga api, dan respon dukungan dari unsur Pemerintah Daerah dan masyarakat," jelas Supriyanto.

Desa Siaga Api di Kalimantan BaratFoto: Desa Siaga Api di Kalimantan Barat (Zunita-detikcom)
Berikut delapan desa yang berhasil mendapat penghargaan dari PT. Argolestari yang berada di bawah naungan Sinar Mas. Delapan desa ini berkategori desa siaga api dan desa tanggap api.

1. Desa lembah hijau 1, peringkat desa siaga, dengan nilai reward Rp 100 juta.

2. Desa lembah hijau 2, peringkat desa siaga, dengan nilai reward Rp 100 juta.

3. Desa Tanjung Medan, peringkat desa siaga, dengan nilai reward Rp 100 juta.

4. Desa Sungai Pelik, peringkat desa siaga dengan nilai reward Rp 100 juta.

5. Desa Nanga Tayap, peringkat desa tanggap, dengan nilai reward Rp 50 juta.

6. Desa Siantar Raya, peringkat desa tanggap, dengan nilai reward Rp 50 juta.

7. Desa Simpang Tiga, peringkat desa tanggap, dengan nilai reward Rp 50 juta.

8. Desa Tanjok Kayong, peringkat desa tangkap, nilai reward Rp 50 juta.

Masyarakat Kalimantan Diajak Peduli Lingkungan Lewat Program DMPA

PT. Argolestari Mandiri yang beroperasi di bawah Sinar Mas Agribussiness and Food membuat program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) di Ketapang, Kalimantan Barat. Program ini bertujuan untuk mengurangi jumlah titik panas dan titik api di desa program DMPA.

"Program DMPA ini mendukung kebijakan nasional untuk menciptakan Indonesia bebas asap, perlu diketahui negara kita di cap sebagai negara pengekspor asap dan saat ini alhamdulillah sejak tahun 2016 telah berkurang kabut asap yang ada di Kalimantan Barat ini," ujar Vice President Agronomy Sinar Mas Agribusiness and Food Kalimantan Barat, Junaedi Piliang saat sambutan di Clubhouse Sinar Mas Agribusiness and food, Desa Sungai Kelik, Kalimantan Barat, Rabu (14/2/2018).

Desa Siaga Api di Kalimantan BaratFoto: Desa Siaga Api di Kalimantan Barat (Zunita-detikcom)
Prorgram DMPA dicanangkan di Jambi dan Kalimantan sejak tahun 2015, hingga tahun ini tercatat sudah ada titik panas dan titik api yang berkurang di Jambi dan Kalimantan.

"Terakhir monitoring evaluasi program tahun 2015 di Ketapang titik panas ada 213 dan di 2016 sudah berkurang menjadi titik panas 23 titik, dan titik api hanya 5, dan saat ini di 2017 hanya ada 12 titik panas dan titik api 7. Ini merupakan keberhasilan untuk kita karena telah meminimalisir titik api dan titik panas," imbuh Junaedi.

"Saat ini yang menjadi fokus DMPA adalah penguatan implementasi, sistem pencegahan penanggualan kebakaran hutan. Selain itu, kami membuat masyarakat siaga api yang ada di desa. Kemudian, pengembangan ekonomi masyarakat melalui pertanian ekologi terpadu," lanjutnya.

Desa Siaga Api di Kalimantan BaratFoto: Desa Siaga Api di Kalimantan Barat (Zunita-detikcom)
Junaedi memaparkan beberapa tujuan dari program DMPA ini. Selain, mencegah adanya kebakaran hutan di Kalimantan Barat. Program DMPA ini mengajak masyarakat di Lembah Hijau dan Tajok Kayong, Kalimantan Barat untuk bertani dengan metode pertanian organik.

"Kami juga memeberi edukasi kepada masyarakat untuk melakukan pertanian tanpa harus memabakar. Salah satunya, pembuatan pupuk kompos, anggapan masyarakat dulu dengan membakar akan mendapat abu, tetapi kita sekarang sudah ganti pupuk abu jadi pupuk kompos," kata dia.

"Sejauh ini sudah ada dua desa percontohan terdiri dari 60 anggota yang 70 persen diantaranya kaum ibu-ibu," tambah Junaedi.

Desa Siaga Api di Kalimantan BaratFoto: Desa Siaga Api di Kalimantan Barat (Zunita-detikcom)
Peserta yang mengikuti pembinaan pertanian ekologi terpadu ini diajarkan bagaiman bertani dengan metode pertanian organik sehingga dapat membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan gizi mereka serta mendukung pembangunan ekonomi mereka.

"Para peserta pertanian ekologi terpadu saat ini sudah mampu menghemat Rp 300 ribu per bulan dari pemotongan belanja sayuran dan rempah-rempah yang sekarang bisa mereka ambil dari kebun mereka sendiri. Selain itu, mereka juga menerima Rp 500 ribu setiap bulannya dengan menjual sayuran ke desa sekitar setelah dikurangi kebutuhan makan keluarga mereka," papar Junaedi.

Dalam kesempatan yang sama, Camat Nanga Tayap, Dewanto mengatakan mendukung program program ekologi terpadu karena memiliki dampak positif masyarakat agar peduli dengan lingkungan.

"Program pertanian ekologi terpadu dengan menggunakan bahan organik saya pikir ini punya potensi dan saya harap ilmunya bisa berkembang ke beberapa masyarakat disini," jelas Dewanto.
(nvl/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed