DetikNews
Rabu 14 Februari 2018, 20:08 WIB

Sejumlah Kabupaten di Aceh Kekeringan, Warga Salat Minta Hujan

Datuk Haris Molana - detikNews
Sejumlah Kabupaten di Aceh Kekeringan, Warga Salat Minta Hujan Warga di Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara, menggelar salat istisqa' di area persawahan. (Datuk Haris Molana/detikcom)
Aceh Utara - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah kabupaten di Aceh bakal mengalami kekeringan. Sejumlah warga di Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara, menggelar salat istisqa' untuk meminta hujan.

Data dari BMKG, daerah-daerah yang berpotensi mengalami kekeringan adalah Bireuen, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bener Meriah, Aceh Timur, dan Langsa. Kawasan ini rawan kekeringan karena sejak 20 hari yang lalu tidak diguyur hujan.

"Pantauan citra satelit menunjukkan tidak ada pembentukan awan konvektif atau awan hujan di enam kabupaten tersebut. Akibatnya, kondisi panas sangat menyengat, karena penyinaran kawasan tersebut maksimal. Suhu udaranya 32-33 derajat Celsius," kata prakirawan BMKG Stasiun Malikussaleh, Kharendra Muiz, kepada detikcom, Rabu (14/2/2018).

Kharendra memprediksi kondisi kekeringan masih akan berlanjut hingga 10 hari ke depan. Dia memperkirakan cuaca akan cerah disertai panas menyengat. Dia pun mengimbau agar masyarakat banyak meminum air agar terhindar dari dehidrasi.

"Wilayah kita ini termasuk kategori kemarau kering, karena intensitas hujannya lebih sedikit. Kami mengimbau petani, khususnya yang masih mengandalkan curah hujan (tadah hujan), agar bersiap-siap dan segera mencari alternatif sumber air lainnya," ujar Kharendra.

Rekahan tanah di areal persawahan di Kecamatan Pirak Timu, Aceh UtaraRekahan tanah di persawahan di Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara. (Datuk Haris Molana/detikcom)
Terkait kekeringan tersebut, warga di Desa Matang Keh, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara, melaksanakan salat istisqa' di desanya. Hasil sawah mereka terancam gagal panen lantaran kekeringan melanda sejak satu bulan lalu.

"Kami memohon kepada Allah SWT, dengan melaksanakan salat istisqa' ini agar turun hujan, supaya padi bisa tumbuh dan tidak mengalami gagal panen dan air sumur bisa kembali ada. Selain salat, masyarakat sudah beberapa hari terakhir melaksanakan doa bersama di surau masing-masing," kata Kepala Desa Matang Keh, Ismail, kepada wartawan.
(ams/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed