DetikNews
Selasa 13 Februari 2018, 10:32 WIB

Pengundian Meriah, Ini Nomor Kandidat Pilwalkot Tarakan

Sofyan Ali - detikNews
Pengundian Meriah, Ini Nomor Kandidat Pilwalkot Tarakan Foto: Tim Infografis detikcom
Tarakan - Rapat Pleno Terbuka KPU Kota Tarakan, Kalimantan Utara dalam rangka pengundian dan pengumuman nomor urut pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Tarakan tahun 2018 berlangsung meriah. Berbagai yel-yel disuarakan oleh para pendukung.

Suasana gedung Graha Pemuda KNPI menjadi rius saat pasangan calon maju ke depan mencabut nomor urut, para pendukung saling memberikan semangat sekaligus menyayikan yel-yel khas pasangan calon.

Sebelum mengambil nomor urut, telebih dulu calon wakil wali kota maju ke depan untuk mengambil sebuah amplop yang berisi huruf abjad. Setelah itu, yang mendapatkan abjad A dipersilahkan mengambil nomor urut dan dibuka secara bersama-sama.

Setelah dibuka berikut nomor urut yang diperoleh yaitu:

1. Pasangan nomor urut 1 Umi Suhartini dan Mahruddin Maddo.
2. Pasangan nomor urut 2 Khairul dan Effendy Djuprianto.
3. Pasangan nomor urut 3 Badrun dan Ince Arifai.
4 Pasangan nomor urut 4 Sofian Raga dan Sabar Santuso.

Dalam kesempatan ini, Ketua KPU Tarakan Teguh Dwi Subagio mengingatkan pengalaman Pilkada pada 2014 lalu tingkat partisipasi pemilih cukup rendah, yaitu hanya 54,7 persen, padahal target secara nasional 77,5 persen. Oleh karena itu, dibutuhkan peran serta semua pihak untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, tidak terkecuali tim sukses masing-masing pendukung calon.

"Karena semakin banyak yang memilih akan lebih afdol dan legitimasi akan lebih baik. Selain itu, dalam setiap sosialisasi kita mendapatkan beberapa hal stigma negatif yaitu siapapun yang terpilih kami begini-begini saja, ini sangat menyedihkan," terangnya, Selasa (13/2/2018).

Selain itu, dikatakan Teguh bahwa anggapan masyarakat masih ada yang merasa bahwa kalau tidak pakai uang bukan demokrasi.

"Yang perlu dilakukan adalah kalau maju harus mendapatkan kualitas, karena pemimpin nanti akan mengeluarkan kebijakan politik yang berkualitas, makanya jangan sampai salah pilih. Dan perlu ditegaskan adalah jangan gunakan money politik, unsur sara, dan berpolitiklah dengan jujur," ucapnya.
(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed