DetikNews
Jumat 09 Februari 2018, 17:16 WIB

Jelang Masa Kampanye Pilkada, Bawaslu Siapkan Pedoman soal Khotbah

Dwi Andayani - detikNews
Jelang Masa Kampanye Pilkada, Bawaslu Siapkan Pedoman soal Khotbah Ketua Bawaslu Abhan. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merumuskan pedoman materi khotbah menjelang Pilkada Serentak 2018. Ini dilakukan untuk menghindari politik SARA.

Ketua Bawaslu Abhan mengatakan perumusan ini dilakukan bersama tokoh lintas agama. Ini berlaku untuk semua agama yang diakui di Indonesia.

"Kami masih rumuskan terus dengan tokoh masyarakat terkait materi khotbah, tidak hanya di salah satu agama, tapi semuanya," ujar Abhan di kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (9/2/2018).


Abhan mengatakan nantinya Bawaslu akan mengumpulkan tokoh-tokoh lintas agama untuk menyusun materi khotbah atau materi terkait sosialisasi keagamaan. Materi yang akan diangkat terkait dengan money politics dan politik SARA.

"Kita undang (tokoh agama) untuk rumuskan semacam materi khotbah, materi sosialisasi keagamaan yang nilainya, yang kami angkat pertama soal money politics dan politisasi SARA," kata Abhan.

Menurutnya, keterlibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat berpengaruh dalam melawan politik uang. Abhan juga mengatakan sejauh ini tanggapan tokoh agama soal rencana materi khotbah ini sangat bagus.

[Gambas:Video 20detik]


"Peran tokoh agama, tokoh adat, ormas, sangat signifikan untuk bagaimana mengkampanyekan melawan gerakan money politics, tolak politisasi SARA, dan sebagainya. Sejauh ini (tokoh agama) sangat respons, bagus," tuturnya.

Meski begitu, penyusunan materi khotbah ini masih dalam proses pembahasan di Bawaslu. Masalah teknis masih menjadi kendala.

"Ini masih pembahasan, jadi ini masih diproses, karena kan mengumpulkan pemuka agama ini tidak mudah," terang Abhan.
(elz/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed