DetikNews
Rabu 07 Februari 2018, 14:45 WIB

Cerita Praka Pujiono Temukan Korban Longsor: Ini Ridho Allah

Aditya Mardiastuti - detikNews
Cerita Praka Pujiono Temukan Korban Longsor: Ini Ridho Allah Praka Pujiono Prajurit Kopassus yang menemukan korban longsor pakai tenaga dalam (kanan). (Foto: dok. Istimewa)
FOKUS BERITA: Longsor di Puncak Pas
Jakarta -

Salah satu anggota Kopassus memanfaatkan ilmu bela diri berupa tenaga dalam ketika mencari korban tanah longsor di Kampung Maseng, Cijeruk, Bogor. Siapa dia?

Prajurit Kopassus itu bernama Praka Pujiono. Pujiono mengaku hanya menjalankan perintah atasan untuk membantu mencari korban tanah longsor. Dia memiliki kemampuan tenaga dalam.

"Karena kemarin mungkin ada untuk membantu kemanusiaan dan mungkin saya pas ada di sana. Saya dapat perintah lisan dari komandan, kita membantu evakuasi bencana alam," ujarnya kepada detikcom, Rabu (7/2/2018).



Pujiono mengatakan ilmu bela diri yang dia pelajari adalah Merpati Putih. Sumber tenaga dalam yang dia dapatkan berasal dari teknik olah napas dan energi elektromagnetik.

"Untuk menemukan itu, kita menggunakan teknik pengolahan pernapasan untuk mencari objek yang kita cari, dengan suhu tubuh," jelasnya.

Dia mengatakan energi elektromagnetik yang dia keluarkan disalurkan melalui telapak tangan. Dari situlah Pujiono mendeteksi energi-energi yang ada di alam.

"Energi elektromagnetik yang kita pancarkan dengan tangan itu untuk memancarkan energi yang kita keluarkan ke objek. Objek-objek itu ada yang dirasa berbeda," katanya.


Pujiono mengaku kesulitan menggambarkan apa yang dia rasakan saat proses pencarian para korban longsor. Dia mengatakan tiap unsur, seperti tanah dan lingkungan, punya energi yang berbeda.

"Kalau untuk penggambaran itu dari berbagai unsur berbeda-beda yang kita rasakan, antara unsur tanah, objek, sama lingkungan, mempunyai energi elektromagnetik yang berbeda," ucapnya.

"(Kalau korban) itu kan pasti punya energi yang tersendiri, menggunakan rasa dan feeling," imbuhnya.


Pujiono juga mengaku senang bisa membantu menemukan tiga korban tanah longsor di kawasan tersebut. Dia juga bangga bisa menjalankan perintah atasan untuk membantu proses evakuasi korban.

"Iya, secara pribadi sih sangat senang dan merasa beruntung. Kemampuan yang saya miliki bisa membantu masyarakat, orang lain, yang membutuhkan. Untuk umum saya bisa melaksanakan tugas dari pimpinan saya," urai Pujiono.

Meski begitu, dia tidak besar kepala. Menurutnya, apa yang dilakukannya hanya terjadi dengan izin Allah semata.

"Hanya Allah dan semua ini bukan karena saya, tapi ridho Allah Yang Mahakuasa," ujar dia.


Tiga korban yang ditemukan berkat tenaga dalam Pujiono adalah Nani (30) dan dua anaknya, Aurel (2) serta Aldi (9).

Sebelumnya, lima orang dilaporkan hilang dalam kejadian itu. Mereka adalah ibu dan empat anaknya, yakni Nani, Alan, Aurel, Aldi, dan Adit.
(ams/tor)
FOKUS BERITA: Longsor di Puncak Pas
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed