detikNews
Rabu 31 Januari 2018, 18:33 WIB

Beroperasi di Jam Sibuk, Begini Cara 10 Driver Grab Antar 'Tuyul'

Mei Amelia R - detikNews
Beroperasi di Jam Sibuk, Begini Cara 10 Driver Grab Antar Tuyul Pelaku ditangkap/Foto: Amelia-detikcom
Jakarta - Polda Metro Jaya menangkap 10 orang driver Grab Car yang melakukan order fiktif atau biasa disebut 'tuyul'. Para pelaku berhasil melakukan transaksi fiktif itu setelah menjebol sistem aplikasi Grab Car dengan cara nge-root.

"Modus para tersangka ini adalah dengan mendaftarkan diri sebagai pengemudi Grab, kemudian setelah isi aplikasi mereka masuki sistem dan mereka sediakan satu laptop ini, serta beberapa handphone dan 6 mobil," terang Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (31/1/2018).

Sepuluh tersangka berperan sebagai driver Grab dan juga penumpang fiktif (tuyul). Mereka mengirimkan sata ke aplikasi Grab, seolah-olah telah mengorder atau pun mengangkut penumpang dari satu titik ke titik lainnya.

"Mereka biasanya melakukan ini pada jam sibuk, karena tarifnya paling tinggi (pada jam sibuk), kemudian menagih ke Grab," imbuh Nico.




Para pelaku kemudian akan mendapatkan insentif dari Grab yang ditransfer ke rekening masing-masing. "Ini terjadi berulang-ulang," ucapnya.

Dari penangkapan 10 tersangka ini, polisi menangkap dua tersangka lainnya. Kedua pelaku inilah yang berperan untuk melakukan root aplikasi Grab.

Sementara itu, Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Antonius Agus Rahmanto mengungkap, para tersangka beroperasi selama tiga bulan.

"Tersangka AA ini mengaku hanya mendapatkan uang Rp 100 ribu untuk nge-root satu handphone tersangka yang lain," kata Agus.



Dalam kesempatan yang sama, Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata mengapresiasi kinerja polisi yang menangkap para tersangka. Ridzki mengatakan, hal ini tidak hanya merugikan pihak Grab, tetapi juga mitra pengemudi lain dan juga para penumpang.

"Kami melihat ini perlu dilakukan karena bukan saja hanya rugikan Grab sendiri tapi merugikan mitra pengemudi kami yang mana banyak diganggu--dengan apa di lapangan--istilahnya 'tuyul' atau 'opik' (ojek fiktif). Ini merugikan karena banyak mitra terganggu sehingga banyak cancelation, order palsu yang sebetulnya tidak ada pelanggannya dan penumpang jadi sulit dapatkan mitra pengemudi karena dihujani ratusan HP ini setiap harinya," tutur Ridzki.
(mei/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com