DetikNews
Rabu 31 Januari 2018, 12:06 WIB

Mensos Idrus Minta Pembangunan Papua Harus Sesuai Karakter Daerah

Haris Fadhil - detikNews
Mensos Idrus Minta Pembangunan Papua Harus Sesuai Karakter Daerah Foto: Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham. (Lamhot Aritonang-detikcom)
Jakarta - Menteri Sosial Idrus Marham meminta penggunaan dana otonomi khusus (Otsus) Papua dan Papua Barat sebesar Rp 8 triliun dimanfaatkan dengan baik. Ia berharap besarnya dana yang ada dirasakan oleh masyarakat.

"Faktanya begitu bahwa dana otsus itu cukup besar, untuk tahun ini saja ada Rp 8 triliun. Dengan rincian untuk Papua Rp 5,1 triliun dan untuk Papua Barat Rp 2,9 triliun. Oleh karena itu kita tidak bicara bagaimana yang lalu tapi bagaimana yang Rp 8 triliun ini bisa dimanfaatkan dan kemanfaatannya bisa dirasakan oleh masyarakat," kata Idrus di Kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (31/1/2018).

Idrus enggan menanggapi terkait adanya dugaan salah kelola dana otsus sehingga mengakibatkan kejadian luar biasa (KLB) gizi buruk dan campak di kabupaten Asmat, Papua. Menurutnya, ada lembaga yang berwenang mengawasi soal dana otsus tersebut.

"Saya kira begini, ini ada bidang masing-masing. Ini lah yang saya katakan keterpaduan. Biarlah lembaga yang punya bidang untuk itu, karena bagaimanapun namanya uang negara itu harus dipertanggungjawabkan," ujarnya.

Menurutnya, perlu ada pendampingan dalam pembangunan di Papua. Ia juga menyebut pembangunan di Papua harus sesuai dengan karakter masyarakat di sana.

"Pendampingan masyarakat Papua harus sesuai dengan ciri karakter daerah. Misalkan ciri makanan mereka untuk jadi sumber kehidupan mereka. Di Asmat itu makanannya adalah sagu, talas dan juga yang lain. Kalua kita ingin bangun Asmat dan Papua dengan berpedoman pada ciri karakter dan budaya ini harus kita kembangankan dan tidak boleh secara serta merta memaksakan harus mengikuti cara-cara kita yang ada di daerah lain," ungkapnya.

"Kalau diimunisasi misalkan pada takut pada tidak mau. Kita harus menjelaskan pada mereka, memberikan motivasi pada mereka dengan imunisasi, ada vaksin dan lainnya berati kita telah melakukan langkah-langkah untuk mencegah terjadinya penyakit," sambung Idrus.

Ia menyebut pemerintah saat ini melakukan operasi kemanusiaan di Papua. Idrus meminta agar dana yang ada dikawal secara gotong royong agar tepat sasaran.

"Nah, kementerian sosial, kita akan melihat ke depan suatu prinsip operasi kemanusiaan, bukan operasi politik bukan operasi militer, tapi operasi kemanusiaan. Dan karena itu ya kita secara bersama-sama dan gotong royong mengawal sumber dana yang harus dimanfaatkan secara tepat di sana," pungkasnya.


(haf/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed