DetikNews
Minggu 21 Januari 2018, 12:43 WIB

Menaker Ajak Warga Sukseskan Pemilu dengan Lakukan Coklit

Ibnu Hariyanto - detikNews
Menaker Ajak Warga Sukseskan Pemilu dengan Lakukan Coklit Rumah Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri menjadi sasaran tim KPU Depok untuk melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih. (Foto: Ibnu Hariyanto/detikcom)
Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dakhiri mengapresiasi sistem pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hanif mengajak masyarakat untuk membantu mensukseskan pemilu.

"Saya ucapkan terima kasih kepada KPU intinya kita aja masyarakat membuka diri kepada petugas KPU yang lakukan coklit. Pemilu bukan milik KPU, pemilu ini milik seluruh masyarakat sehingga kita harus bantu KPU sehingga pemilu lancar," kata Hanif di kediamannya, Perumahan Permata Depok, Pondok Jaya, Cipayung, Depok, Minggu (21/1/2018).

Tim KPU Depok hari ini melakukan coklit di kediaman Hanif. Menurutnya ada sedikit kekeliruan data pemilih di keluarganya sebelum dicocokkan. Namun hal tersebut bukan menjadi masalah.

"Ada dikit tadi seperti tanggal lahir, bulan lahir, penulisan nama, ini kecil-kecil. Ini saya kira memang sekarang ini sistem yang dibangun sudah berbasis e-KTP tentu kesalahan walau kecil nggak boleh terjadi. Ini (coklit) akan membuat KPU lebih mudah mengontrol dari pemilih," ucapnya.




Hanif menilai sistem coklit ini bisa meningkatkan partisipasi masyarakat mengikuti pemilu. Dia berharap masyarakat antusias menyambut datangnya Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu tahun 2019.

"Tentu saja kan ini pemilu ini adalah mekanisme demokrasi yang datang 5 tahun sekali. Saya ingin mengajak menyambut ini (pemilu) dengan suka cita, penih kegembiraan, gunakan hak pilih dengan baik, pertimbangan calon pilihan secara baik, nggak perlu ribut, nggak perlu marahan dengan tetangga," tuturnya.

Sementara itu, Ketua KPU Depok Titik Nurhayati mengatakan coklit bertujuan untuk memverifikasi data yang didapat dari Kemendagri secara faktual di lapangan. Dia menambahkan dengan coklit terhadap sejumlah tokoh dan publik figur tersebut memberikan contoh kepada masyarakat agar antusias melakukan coklit.

"Oh ini tokoh-tokoh publik sudah dicoklit jadi masyarakat jangan menutup pintu juga terutama di masyarakat yang sibuk inikan biasanya Sabtu dan Minggu ada di rumah mungkin minta waktunya untuk silahturahmi untuk cocokan data pemilih untuk meningkatkan kualitasnya pemilih," ujar Titik.
(ibh/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed