DetikNews
Sabtu 13 Januari 2018, 16:49 WIB

Ketua Garda 212 Ungkap Alasan Prabowo Ingin Uang Ditunjukkan di Depan

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Ketua Garda 212 Ungkap Alasan Prabowo Ingin Uang Ditunjukkan di Depan Foto: dok. FB Prabowo Subianto
Jakarta - Ketua Garda 212 Ustaz Ansufri Idrus Sambo buka-bukaan soal interaksinya dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto soal uang pemenangan di pilkada. Prabowo ingin uang pemenangan ditunjukkan sebelum surat keputusan (SK) partai keluar.

"Pak Prabowo pernah menyampaikan sama saya, 'Mengapa saya ingin dana itu cukup, mesti ditunjukkan di depan, karena saya tidak ingin nanti sudah kita keluarkan SK, ternyata orang tersebut tidak mampu mengeluarkan dana pertarungan itu atau dana pemenangan itu sehingga nanti gua capek lagi, udah gua kasih SK, partai gua kasih dukung dia, terus gua capek lagi nyari uangnya, gua nggak mau,'" tutur Sambo menirukan Prabowo.


Hal itu disampaikan Ustaz Sambo dalam jumpa pers soal keberadaan Garda 212 di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1/2018). Ustaz Sambo bicara dalam rangka sosialisasi syarat-syarat yang diajukan parpol bagi alumni dan simpatisan 212 yang berminat difasilitasi maju di Pemilu 2019. Garda 212 adalah wadah bagi alumni dan simpatisan 212 yang ingin terjun ke politik.

Sebelumnya, Ustaz Sambo bicara soal La Nyalla Mattalitti yang mengaku diminta duit Rp 40 miliar oleh Prabowo. Dia mengatakan, kalaupun benar, permintaan itu terlalu kecil untuk Pilgub Jatim.

"Pak La Nyalla mungkin demikian juga, apalagi dengar berita katanya disuruh bawa Rp 40 miliar untuk saksi, saya kira Rp 40 miliar itu terlalu sedikit untuk seukuran Jawa Timur," ujarnya.

Jumpa persJumpa pers Garda 212. (Bil Wahid/detikcom)

Ustaz Sambo mengatakan ada 3 syarat yang diminta Prabowo dari seseorang yang ingin menjadi caleg atau calon kepala daerah, yaitu uang yang cukup untuk bertarung, elektabilitas yang cukup untuk menang, dan komitmen mendukung Ketum Gerindra Prabowo Subianto sebagai capres di Pilpres 2019.

Dia lalu memberi contoh proses pengajuan salah seorang saudaranya sebagai calon kepala daerah di wilayah Aceh untuk Pilkada 2018 ini ke Gerindra. Ustaz Sambo menuturkan dirinya berupaya memenuhi 3 syarat yang diminta Prabowo.

"Ketika saya mengajukan salah satu saudara saya di Aceh, kita bikin survei dulu, kita tunjukkan ini hasil surveinya, kita sampaikan peluang menangnya dalam pilkada," kata Ustaz Sambo dalam jumpa pers di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1).


Saudara yang tak disebut namanya itu, dituturkan Ustaz Sambo, merupakan salah seorang yang paling cepat mengantongi surat keputusan (SK) pengusungan sebagai calon kepala daerah dari Gerindra, yaitu pada 8 Agustus 2017. SK bisa diperoleh dengan cepat karena syarat-syarat yang diminta sudah dipenuhi.

"Ketika ditanya punya uang nggak, saya bilang punya uang, cukup. Berapa? Saya kasih tahu nilainya, dibilang cukup segitu. Bagaimana elektabilitas, saya katakan 12 persen, masih cukup kecil, di atas itu masih ada dua kandidat yang cukup besar, di atas 20. Walaupun ini masih cukup kecil, tapi masih bisa menang karena secara kualitatif masih ada beberapa faktor," tuturnya.

"Saya sampaikan faktor-faktornya, jadi masih masuk akal kemungkinan untuk menang, karena saudara saya memang dari birokrasi, jadi dia belum terlalu dikenal, jadi saya sampaikan alasan-alasannya," sambung Ustaz Sambo.

Soal syarat ketiga, yaitu dukungan untuk Prabowo di 2019, Ustaz Sambo memastikan komitmen saudaranya. Apalagi, katanya, dia juga akan ikut mendukung Prabowo. Setelah semua syarat dipenuhi, Prabowo langsung memberikan SK untuk saudaranya itu.
(tor/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed