DetikNews
Sabtu 13 Januari 2018, 10:02 WIB

La Nyalla Tuduh Gerindra, Habiburokhman Singgung Pilgub Lewat DPRD

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
La Nyalla Tuduh Gerindra, Habiburokhman Singgung Pilgub Lewat DPRD Foto: Grandyos Zafna/detikcom
Jakarta - La Nyalla Mattalitti menuding Gerindra menerapkan mahar politik miliaran rupiah untuk mendapatkan rekomendasi dalam pemilihan gubernur. Dalam hal ini, kasus La Nyalla di Pilgub Jatim. Menanggapi La Nyalla, Gerindra mengungkit kembali wacana pilgub lewat DPRD.

Ketua DPP Gerindra Bidang Hukum Habiburokhman menyebut sistem pilkada serentak mau tak mau menimbulkan biaya yang cukup tinggi atau high cost politics. Karena itu, dia mengungkit kembali pilgub lewat DPRD, yang pernah ramai di lingkup DKI Jakarta.

"Kenapa dulu kami Gerindra usulkan pemilihan kepala daerah di DPRD itu lalu ditolak," sebut Habiburokhman dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakpus, Sabtu (13/1/2018).


Usulan pilgub DKI lewat DPRD pernah ditolak eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Usulan ini bisa saja diwujudkan melalui revisi UU Nomor 29/2007 tentang Provinsi DKI Jakarta sebagai Ibu Kota NKRI.

Menurut Habiburokhman, Gerindra juga sedih La Nyalla tak dapat maju ke Pilgub Jatim. Namun, apa daya, dia mengklaim kegagalan Nyalla di Jatim akibat tak ada parpol lain yang ingin mengusung eks Ketum PSSI itu.

"Kami sedih nggak bisa calonkan kader di Pilgub Jatim, takut orang mau maju tapi cost politik tinggi. Kami udah keluarkan surat tugas di Jatim, ini bentuk konkret di Jatim. Gerindra nggak bisa dukung sebab parpol lain nggak dukung Pak La Nyalla juga," sebut dia.


Habiburokhman menegaskan yang diterapkan Gerindra bukan mahar. Dia menyebut partai besutan Prabowo Subianto itu hanya menanyakan kesiapan uang saksi dari Nyalla.

"Faktanya kita perlu saksi, saksi perlu biaya," ucap dia.
(gbr/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed