DetikNews
Senin 08 Januari 2018, 05:01 WIB

Tertimbun Longsor, 2 Penambang di Gorontalo Tewas

Ajis Halid - detikNews
Tertimbun Longsor, 2 Penambang di Gorontalo Tewas Ilustrasi garis polisi (Foto: Ari Saputra)
Gorontalo - Empat orang penambang tradisional, di Desa Mekari Jaya, Gorontalo, tertimbun longsor. Dua di antaranya meninggal dunia, dan dua orang lainnya masih dalam pencarian.

Dua orang yang meninggal, yakni Suharto Usman (49) dan Hamim Tun (23). Sementara dua orang yang masih dalam pencaharian adalah Yanto Kune lakis (35) dan Dimas (24).

"Dua orang tadi sudah ditemukan oleh masyarakat dalam keadaan meninggal dunia, dan langsung dievakuasi ke desa Mekarti jaya dengan berjalan kaki oleh masyarakat dan diperkirakan korban tiba di Desa Mekarti Jaya Senin besok," ucap Kepala Basarnas Gorontalo, Muslimin, Minggu (7/1/2018).

Peristiwa itu terjadi di Desa Mekari Jaya, Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Minggu, (7/1) sore. Tim SAR yang mendapatkan informasi itu langsung dengan aparat setempat untuk proses evakuasi.

"Berhubung jalur menuju lokasi tambang tidak dapat dilalui kendaraan, tim harus berjalan kaki kurang lebih 25 Kilometer," ucap Muslimin.

Muslimin menyatakan, informasi ada warga yang tertimbun longsor didapatkan dari kepala desa desa Mekarti Jaya.

"Kami langsung turunkan 10 orang Tim SAR, dibantu Tim Rescue Pos SAR Pohuwato, tim Rescue Unit Siaga SAR Boalemo, Tagana Kab. Pohuwato, BPBD
Kab. Pohuwato, Polsek Taluditi, dan Masyarakat setempat," lanjut Muslimin.

Dia juga menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi dengan aparat setempat memutuskan pencarian dua korban hilang ditunda. Lantaran akses jalan dan kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.

"Kendala yang kami hadapi untuk mengevakuasi korban di antaranya, jalan yang menuju lokasi kejadian tidak dapat ditempuh dengan kendaraan baik roda 2 maupun roda 4. Bahkan, untuk menuju lokasi kejadian berjalan kaki bisa sampai dua hari. Gorontalo yang saat ini dilanda hujan bisa mempengaruhi proses pencarian dan evakuasi korban longsor. "Medannya sangat sulit karena ada beberapa sungai dan gunung yang harus di lewati," tutup Muslimin.





(ams/ams)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed