DetikNews
Kamis 14 Desember 2017, 10:09 WIB

Keoknya Para Loyalis Usai Dakwaan Novanto Dibacakan

Jabbar Ramdhani - detikNews
Keoknya Para Loyalis Usai Dakwaan Novanto Dibacakan Terdakwa kasus dugaan korupsi e- KTP, Setya Novanto, terus terdiam saat ditanya majelis hakim. Sidang Novanto akhirnya diskors untuk kedua kalinya (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Jaksa KPK membacakan dakwaan terdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto. Kondisi ini sepertinya menggoyahkan komitmen para loyalis Novanto.

Idrus Marham yang sempat menjadi Plt Ketua Umum Golkar sempat hadir di persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (13/12). Saat dikonformasi di PN Tipikor, Idrus memastikan rapat pleno DPP Golkar digelar seusai sidang.


Nyatanya, dalam pleno yang digelar, peserta menggalang tanda tangan. Mereka mendesak agar munaslub digelar selambat-lambatnya tanggal 19 Desember 2017.

Dari total 232 peserta yang datang, ada sebanyak 157 peserta yang tanda tangan. Sehingga ada lebih dari 2/3 peserta pleno yang menginginkan digelarnya munaslub secepatnya.


Loyalis Novanto, Yahya Zaini, ikut membubuhkan tanda tangan agar Golkar menggelar munaslub paling lambat 19 Desember 2017. Dukungan ini diberikan saat rapat pleno malam ini.

Nama-nama yang membubuhkan tanda tangan antara lain Bambang Soesatyo, Nusron Wahid, dan Agus Gumiwang Kartasasmita.

Dalam pleno, diputuskan pula memberhentikan Setya Novanto sebagai Ketua Umum Golkar. Sebelum munaslub digelar, jabatan yang lowong itu diisi oleh Airlangga Hartarto.


Airlangga Hartarto ditunjuk secara aklamasi sebagai Ketua Umum Golkar. Dengan adanya keputusan ini, Idrus Marham tak lagi menjabat sebagai Plt Ketum.

Munaslub Golkar digelar di Jakarta pada 19-20 Desember mendatang. Sehari sebelumnya, Golkar akan menggelar rapat pimpinan nasional (rapimnas).
(jbr/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed